Arab Saudi Desak AS Cabut Blokade Pelabuhan Iran di Selat Hormuz
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan mendesak Amerika Serikat mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Laporan The Telegraph pada 15 April 2026 menyebutkan, Riyadh khawatir Iran akan membalas dengan memblokade Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah melalui sekutu Houthi-nya di Yaman, yang dapat mengganggu ekspor minyak Arab Saudi.
Pergeseran sikap Arab Saudi ini muncul di tengah meningkatnya kecemasan regional terkait kebijakan AS di Timur Tengah. Meskipun sebelumnya mendukung pendekatan keras terhadap Iran, Riyadh kini memperhitungkan risiko geografis, di mana penutupan Selat Hormuz telah membuat kerajaan mengalihkan ekspor minyak ke Laut Merah melalui pipa timur-barat.
Ketahanan ekonomi Arab Saudi, dengan ekspor minyak mendekati 7 juta barel per hari, dapat terancam jika Houthi kembali menyerang kapal di Laut Merah atau menguasai Bab al-Mandeb. Analis menyebut kelompok Houthi masih memiliki kemampuan mengganggu meski kekuatan tempurnya berkurang. Diplomat Teluk memperkirakan kebijakan Arab Saudi terhadap Iran akan bergeser ke arah kehati-hatian, mengingat risiko blokade ganda yang terlalu tinggi.
https://www.gelora.co/2026/04/