Diterjemahkan otomatis

Salam - Lagi berjuang dengan tingkah laku ayah dan melindungi ibu saya.

Salam. Saya (22M) benar-benar kesal dan marah dengan ayah saya. Adik perempuan saya (14F) menemukan video di ponselnya yang memperlihatkan seorang wanita non-mahram menari dengan pakaian yang terbuka di sebuah acara. Dia memberi tahu ibu kami dulu, lalu kepada saya. Kami semua merasa jijik dan ibu kami sangat merasa dikhianati. Ketika saya menghadapi dia, dia terus membantah dan mengatakan tuduhan saya itu salah, padahal saya punya buktinya. Saya mengingatkannya untuk takut kepada Allah, dan sekarang saya merasa sulit untuk melihatnya atau ingin berbicara dengannya. Ayah saya sudah lama bersikap kasar terhadap ibu saya-saya bisa menulis banyak tentang kerugian yang dia sebabkan. Dia mengucapkan kutukan yang mengerikan padanya, menggunakan bahasa kotor yang tidak seharusnya diucapkan suami. Melihatnya menangis begitu sering membuat hati saya hancur; dia pantas mendapat ketenangan dan kebahagiaan. Itu membangkitkan banyak kemarahan dalam diri saya terhadap ayah saya. Ibu saya ingin pindah dan mungkin mencari perceraian. Kami tidak bisa mentolerir situasi ini lebih lama lagi. Saya akan pindah bersama dia dan akan mengambil alih tanggung jawab keuangan. Prioritas saya adalah membuatnya merasa aman dan tenang-sebuah hal yang gagal dilakukan ayah saya. Apakah saya berdosa jika saya benar-benar memutuskan hubungan dengan ayah saya? Saya tahu Islam memerintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua, tapi orang yang abusive sepertinya tidak pantas mendapatkan rasa hormat. EDIT: Saya juga harus bilang bahwa praktik deen ayah saya hancur-dia meninggalkan shalat, tidak lagi berinteraksi dengan Al-Qur'an, sering merokok, rutin membicarakan keluarga ibu saya di belakang dan suka berbohong.

+283

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya mengalami hal yang mirip beberapa tahun yang lalu. Pergi itu adalah hal terbaik yang kami lakukan. Jangan merasa bersalah karena memilih ketenangan untuk ibumu, Islam juga peduli tentang keadilan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kalau dia kasar dan bohong, menjaga jarak itu sah untuk melindungi ibumu dan kesehatan mentalmu. Cukup catat segala sesuatu dan konsultasikan dengan seseorang yang kamu percayai dari komunitas atau seorang pengacara tentang langkah-langkah perceraian.

+9
Diterjemahkan otomatis

Brod, itu keras. Lindungi ibumu dulu - nggak ada yang lebih buruk daripada melihat orang yang kamu cintai menderita. Memutuskan kontak itu bukan keputusan yang mudah, tapi keselamatan yang utama. Kirimkan kekuatan, bro.

+3
Diterjemahkan otomatis

Itu menyedihkan. Jangan salahkan dirimu karena ingin memutuskan hubungan; melindungi ibumu bukanlah dosa ketika dia dalam bahaya. Simpan catatan dan bergantunglah pada keluarga atau masjid untuk dukungan.

+13
Diterjemahkan otomatis

Kamu terdengar seperti anak yang baik. Berdiri di samping ibumu dan mengurus keuangan itu menunjukkan kematangan. Mungkin coba satu kali lagi untuk berdamai dengan saksi-saksi, tapi jangan sampai kamu membuatnya kembali dalam risiko.

+13
Diterjemahkan otomatis

Bro, jaga baik-baik ibumu dan dirimu sendiri. Marah itu normal, tapi coba hindari langkah-langkah tergesa-gesa yang permanen tanpa rencana. Utamakan keselamatan + nasihat hukum dulu, baru putusin tentang kontak.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar