Salam - Apakah Hijrah dari Barat Mungkin Tanpa Tabungan Besar?
Assalamu alaikum, Saya seorang Muslim yang tinggal di Barat (Jerman) dengan paspor Uni Eropa. Istri saya adalah seorang mualaf dan kami punya anak laki-laki yang masih beberapa bulan. Saya bekerja di teknologi SaaS di bidang penjualan. Kami merasa sangat lelah dengan budaya di sini dan ingin lingkungan yang lebih islami untuk keluarga kami. Penurunan moral (degradasi, peperangan, rasisme, individualisme ekstrem) semakin mengganggu. Kami berdua sudah di akhir 20-an dan memutuskan untuk mencoba hijrah. Saya udah mencari opsi dan rasanya kebanyakan negara bikin hampir mustahil kecuali kalau kamu punya banyak uang atau tabungan tingkat investor. Sebagai pekerja biasa (tidak ada warisan atau bantuan keluarga besar), generasi kami benar-benar nggak punya bantalan itu. Pilihan yang saya temukan basically: A. Hidup sebagai pengembara - menghabiskan beberapa tahun di satu negara lalu pindah ke negara lain (tinggal tanpa visa atau visa digital nomad). Masalahnya adalah pekerjaan penjualan teknologi saya nggak selalu sepenuhnya remote, jadi kalau ada masalah di kerjaan, kami mungkin terjebak. Selain itu, sering memindahkan anak kecil itu susah. B. Menabung untuk visa yang lebih tinggi - ini sering kali memerlukan uang yang besar (kadang sekitar 150 ribu atau lebih), investasi di properti, dan tetap memberikan hak yang terbatas. Izin kerja bisa dibatasi dan hal-hal jangka panjang seperti mendapatkan hipotek halal terasa nggak pasti dengan naik turunnya ekonomi. C. Menerima keadaan dan tinggal di sini. Sampai sekarang, riset yang telah saya lakukan agak menggembirakan di awal tapi berakhir dengan kekecewaan. Kami sudah cek Malaysia, Indonesia, Uzbekistan, Maroko, Turki, Oman, dan tempat-tempat serupa. Saya posting ini untuk mendengar dari orang lain: apakah ada yang dengan profil serupa berhasil meninggalkan Barat dan menetap di tempat yang lebih Islami? Negara mana yang Anda pilih, jalur visa apa, dan bagaimana hidup Anda sekarang? Tips praktis atau kisah nyata akan sangat membantu. Akhirnya, saya merasa sakit hati melihat keadaan ummah - seharusnya kita lebih mempermudah satu sama lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan komunitas yang lebih kuat. Jazakum Allah khair untuk nasihat atau pengalaman yang bisa Anda bagikan.