Salam - Gimana caranya biar saya berhenti terobsesi sama orang yang bahkan saya nggak kenal?
As-salamu alaykum, saya benci bilang ini karena kedengarannya sepele, tapi saya perlu mengeluarkannya dari hati sebelum ini menguasai hidup saya. Saya 33 tahun (L), dibesarkan di Barat, masih tinggal dengan orang tua. Saya mengalami beberapa kemunduran dengan karier dan kesehatan mental saya. Saya sedang menjalani program MSc di bidang Komputer dan magang paruh waktu, tapi saya masih merasa tertinggal - tidak punya pekerjaan tetap, lingkaran sosial yang kecil, tidak punya hobi nyata, dan secara umum terjebak. Ada seorang wanita yang sudah saya ikuti di media sosial selama bertahun-tahun. Dia Muslim, berasal dari latar belakang konservatif dan sekte yang sama dengan saya, jadi hidupnya terasa akrab. Keluarga kami bahkan saling kenal; orang tua saya sudah bertemu orang tuanya, tapi saya belum pernah bertemu dengannya secara langsung atau berbicara dengannya. Saya selalu berpikir bahwa kami berdua tidak terlalu religius dibandingkan dengan komunitas yang lebih luas di rumah. Seiring waktu, gaya hidupnya yang ditunjukkan secara online telah banyak berubah: dia menghabiskan waktu dengan teman-teman non-Muslim, minum anggur di depan umum, berpakaian terbuka, bepergian, dan sepertinya hidup dengan cara yang sangat Barat dan modern. Di sisi lain, dia punya karier teknologi yang kuat, hidup mandiri, dan terlihat percaya diri serta sangat menarik. Saya belum pernah berinteraksi dengannya, tapi saya terobsesi memeriksa profilnya - kadang-kadang bahkan melihat halaman teman atau keluarga hanya untuk melihat lebih banyak foto. Ini sudah berlanjut selama bertahun-tahun. Rasanya tidak sehat dan memalukan, seperti saya terikat pada versi kehidupan yang saya bayangkan tentang dirinya, bukan kenyataan. Belakangan ini saya tahu orang tuanya sedang aktif mencarikan suami untuknya di dalam sekte kami. Itu bikin saya bingung dan membuat obsesi ini semakin buruk dengan alasan yang tidak bisa saya jelaskan sepenuhnya. Sementara itu, saya berjuang dengan iman dan identitas saya sebagai Muslim di Barat. Alih-alih bekerja pada iman, kesehatan, karier, dan masa depan saya, saya malah scroll pos-postnya dan merasa semakin buruk tentang diri saya. Itu merusak kepercayaan diri saya dan membuat saya terjebak. Saya ingin memutus siklus ini - berhenti memeriksa profilnya dan fokus pada memperbaiki hidup saya, kesehatan saya, iman saya, serta membangun hobi dan tujuan. Tapi dorongannya kembali muncul, terutama ketika saya merasa kesepian, cemas, atau frustrasi. Apakah ada yang pernah mengalami obsesi terhadap seseorang yang tidak Anda kenal? Bagaimana cara menghentikannya? Langkah-langkah praktis untuk memutus kebiasaan dan mengalihkan energi ke arah perbaikan diri dan penguatan iman pasti akan sangat membantu. JazakAllah khair.