Salaam - Pemikiran tentang Kasih Sayang, Keabadian, dan Harapan untuk Semua
Asalaam mu alaikum, Saya udah banyak mikirin tentang Universalism dan Rahmat Allah yang Tak Terbatas, dan pengen berbagi beberapa pertanyaan dan harapan - mungkin ada yang bisa bantu saya memikirkan ini, insha’Allah. Saya seorang Muslim, tapi saya juga condong ke apa yang bisa saya sebut pandangan Universalistik yang Penuh Harapan: karena Rahmat Allah itu tak terbatas, gagasan tentang Neraka yang berlangsung selamanya terasa sulit untuk dipahami. Satu pikiran yang saya sebut “Hukum Perluasan Keabadian.” Ini intuisinya sederhana: jika Sifat Allah - termasuk Rahmat - mencakup seluruh ciptaan, dan alam semesta terus meluas, maka Rahmat-Nya juga akan menjangkau segala yang ada. Jika ciptaan terus diisi oleh kehadiran dan rahmat Allah, kenapa Neraka harus dikeluarkan dari cakupan itu? Pikiran kedua saya tentang sifat keabadian. Bayangkan setiap manusia yang pernah hidup atau akan hidup melakukan dosa dan menghadapi konsekuensinya. Dibandingkan dengan waktu yang tak berujung, semua dosa itu hanya sebutir kecil. Jika waktu benar-benar membentang selamanya, jumlah kesalahan yang terbatas itu hampir tidak berarti dibandingkan dengan keabadian - jadi, bagaimana bagian yang relatif kecil itu bisa membenarkan hukuman yang abadi? Saya nggak bermaksud jadi provokatif atau ngejebak siapa pun dengan pertanyaan ini. Saya beneran cari perspektif dan argumen yang rasional untuk atau melawan poin-poin ini, supaya saya bisa belajar dan memperbaiki pemahaman saya, insha’Allah. JazakAllahu khairan untuk wawasan atau diskusi apa pun.