Salaam - Parlemen Israel mempercepat pembahasan undang-undang yang dianggap sebagai pencaplokan Tepi Barat
As-salamu alaykum. Ada sedikit pembaruan tentang perkembangan yang membahayakan.
Parlemen Israel telah menyetujui pembacaan awal dari undang-undang yang akan menerapkan kedaulatan Israel ke beberapa bagian Tepi Barat yang diduduki (disebut dalam undang-undang sebagai Judea dan Samaria). Suara yang didapat adalah 25-24 di legislatif yang memiliki 120 kursi, ini adalah yang pertama dari empat pembacaan yang diperlukan agar menjadi undang-undang. Usulan ini sekarang akan dibawa ke komite parlemen untuk dibahas lebih lanjut.
Langkah ini secara luas dipandang setara dengan aneksasi dan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional oleh banyak negara dan organisasi. Para kritikus bilang ini bakal bikin solusi dua negara jauh lebih sulit dicapai dan bakal melanggar hak-hak rakyat Palestina.
Beberapa anggota koalisi pemerintah, termasuk tokoh dari partai sayap kanan, mendukung undang-undang ini, sementara sebagian besar partai penguasa utama baik abstain atau tidak hadir dalam pemungutan suara. Satu anggota dewan memisahkan diri dari pemimpin partainya dan memberikan suara penentu untuk mendukung. Undang-undang lain yang terkait yang mengusulkan aneksasi sebuah pemukiman besar juga telah melewati tahap awalnya.
Pemungutan suara ini mendapat kecaman keras dari otoritas Palestina dan beberapa negara regional, yang menyebutnya sebagai upaya yang tidak dapat diterima untuk merampas tanah Palestina dan pelanggaran hukum internasional. Para pengamat mencatat ini bisa semakin memperkeruh ketegangan di daerah tersebut dan merusak upaya menuju resolusi damai.
Perkembangan ini terjadi di tengah kekhawatiran internasional tentang ekspansi pemukiman dan perselisihan yang telah berlangsung puluhan tahun mengenai kedaulatan, perbatasan, dan hak-hak Palestina yang hidup di bawah penjajahan.
Semoga Allah memberikan keadilan dan perdamaian bagi semua yang terdampak, dan melindungi warga sipil yang tidak bersalah. Mohon doakan orang-orang di daerah tersebut dalam doamu.
https://www.aljazeera.com/news