Salaam - Saya penasaran tentang beberapa praktik Islam, tolong bantu saya memahami.
Assalamu Alaikum - Saya bukan Islamofobik, cuma penasaran. Saya akan sangat menghargai jawaban yang bijak dari Muslim dengan referensi ke Qur'an, hadits, atau karya ilmiah Islam yang terpercaya. Saya terbuka untuk dikoreksi. 1. Poligami - Izin untuk memiliki sampai empat istri bikin saya bingung. Rasanya tidak adil buat wanita dan, dalam praktiknya, bisa mengarah ke eksploitasi atau memberi pria alasan untuk berselingkuh. Ada yang bisa jelasin konteks, syarat, dan batasan yang membuat ini diizinkan dalam Islam, dan bagaimana ini seharusnya melindungi wanita daripada merugikan mereka? 2. Talaq (perceraian) - Dari yang saya lihat, bercerai kadang-kadang bisa terlalu mudah dan membuat wanita rentan. Bagaimana hukum Islam melindungi wanita dalam situasi perceraian? Apakah ada jaminan atau prosedur yang mencegah penyalahgunaan talaq oleh pria? 3. Jizya - Pajak pada non-Muslim di bawah pemimpin Muslim terasa tidak adil dan diskriminatif. Apa tujuan dan konteks asli dari jizya, dan bagaimana para ulama menginterpretasikannya hari ini di masyarakat yang plural dan modern? 4. Halala - Saya sudah dengar tentang praktik di mana seorang wanita yang diceraikan harus menikah dan diceraikan oleh pria lain sebelum bisa menikah lagi dengan suami pertama. Ini terdengar bisa disalahgunakan dan merugikan wanita. Apa pengajaran Islam yang benar tentang ini, dan bagaimana ulama menangani situasi yang eksploitif yang melibatkan persetujuan? 5. Purdah/penutupan - Meskipun dimaksudkan untuk kesopanan, aturan penutupan bisa terasa seperti menghapus identitas atau kebebasan wanita. Bagaimana ajaran Islam menyeimbangkan kesopanan dengan otonomi dan partisipasi publik wanita? Apa fleksibilitas yang ada di berbagai budaya? 6. Menikah dengan non-Muslim - Saya tidak paham tentang larangan menikah di luar Islam (kecuali untuk Ahli Kitab). Kenapa ada perbedaan, dan bagaimana ini dibenarkan ketika karakter orang bisa baik atau buruk tanpa memandang agama? 7. Deskripsi pahala di akhirat - Ide tentang 72 bidadari dan deskripsi serupa terasa merendahkan dan tidak konsisten dengan larangan Islam terhadap seks di luar nikah. Apakah deskripsi ini harfiah, kiasan, atau salah terjemahan? Bagaimana ulama yang terpercaya menginterpretasikan teks-teks ini tanpa mengobjektifikasi wanita? Tolong jawab dengan tulus dan sebutkan ayat Qur'ani, hadits, atau karya ilmiah yang dihormati jika memungkinkan. Saya bertanya untuk memahami lebih baik, bukan untuk menghina. JazakAllahu Khairan untuk waktu Anda.