Salaam - Teknologi Besar dan Minyak Besar akan Bertemu di Konferensi Energi Abu Dhabi
As-salaam alaykum - Big Tech bakal muncul bareng perusahaan minyak besar di konferensi energi Abu Dhabi tahun ini seiring dengan semakin berkembangnya AI di sektor energi. Para pemimpin senior dari perusahaan minyak yang sudah lama berdiri kayak BP, Chevron, ExxonMobil, dan TotalEnergies, serta perusahaan negara seperti Adnoc, bakal tetap jadi sorotan di acara ini. Presiden Microsoft Brad Smith dijadwalkan bakal bicara di hari pembukaan. Microsoft udah memperluas sayapnya di daerah ini dan udah tanda tangan beberapa kesepakatan besar dengan UEA, termasuk janji $1,5 miliar tahun lalu ke perusahaan AI Abu Dhabi G42.
Microsoft juga lagi ngerjain proyek di bidang energi UEA lewat kesepakatan 2024 dengan Adnoc dan Masdar tentang proyek-proyek seputar penangkapan karbon, hidrogen, dan amonia. Peran AI di industri energi regional lagi meningkat - laporan terbaru dari Microsoft-Adnoc mencatat kira-kira satu dari lima perusahaan energi sekarang udah pake AI yang bisa bikin keputusan secara mandiri.
Sekitar 88% eksekutif yang disurvei bilang AI punya dampak positif di sektor energi dan bisnis mereka, nyebut hubungan ini hampir “simbiotik.” Selain AI, konferensi selama empat hari dari 3-6 November di Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi bakal fokus pada masa depan energi, keberlanjutan, dan geopolitik.
Menteri energi dari UEA dan Qatar bakal memulai diskusi pada hari Senin, bareng dengan rekan-rekan mereka dari negara-negara lain termasuk Mesir dan delegasi AS yang dipimpin oleh ketua Dewan Dominasi Energi Doug Burgum. Pejabat AS lainnya yang hadir termasuk Wakil Sekretaris Energi James Danly dan Amos Hochstein, yang sekarang jadi mitra manajer di TWG Global.
Konferensi ini juga bakal melibatkan menteri dari negara-negara Timur Tengah yang mayoritas mengimpor minyak seperti Lebanon dan Yordania - Beirut berharap bisa menghidupkan kembali program lisensi offshore yang terhambat masalah politik dan dampak konflik Gaza.
Para pemain besar di industri minyak yang rutin hadir - kayak PetroChina, Petronas, dan ONGC dari India - bakal ada di agenda, dan penyulingan dari India yang terkena sanksi AS terhadap beberapa perusahaan Rusia juga bakal hadir. Acara ini muncul di tengah ketidakstabilan terus menerus di pasar minyak yang dipicu oleh ketegangan regional dan tarif yang diumumkan oleh AS.
Opec+ bakal ketemu hari Minggu dan diperkirakan bakal naikin output sekitar 137.000 barel per hari di bulan Desember sebagai bagian dari rencana untuk melonggarkan pemotongan produksi.
Semoga Allah memberikan kebijaksanaan kepada para pemimpin dan membimbing usaha ke arah pilihan energi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Semoga semuanya selamat dalam perjalanan dan diskusi yang bermanfaat.
https://www.thenationalnews.co