Refleksi tentang Kisah Zayd ibn 'Amr - Assalamu Alaikum
Assalamu alaikum. Kalau seseorang dengan ikhlas mencari kebenaran dan keridhaan Allah, bahkan kalau mereka meninggal sebelum memeluk Islam, Allah akan memperlakukan mereka dengan adil - dan siapa sih Hakim yang lebih adil daripada Allah? Ini berasal dari seerah dan beberapa hadith. Nabi ﷺ ditanya tentang seorang pria bernama Zayd ibn 'Amr, yang sudah dikenal Nabi sebelum kenabian. Zayd terus-menerus menolak berhala yang disembah oleh orang-orang Makkah, bahkan menolak daging yang dipersembahkan untuk berhala-berhala itu, dan dia meninggal sebelum Islam sampai kepadanya. Dia bertanya kepada orang-orang dari berbagai keyakinan - Yahudi, Kristen, dan musyrik - dan terus mencari agama yang bisa memuaskan Allah. Zayd ibn 'Amr biasa berdo'a meminta Allah untuk menunjukkannya ke jalan yang lurus. Sekarang kita sering mengucapkan ayat “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Surah al-Fatiha) berkali-kali dalam sehari; mungkin kadang kita tidak berhenti untuk memikirkan hal itu, tapi untuk mereka yang benar-benar mencari makna, do'a itu berbicara dalam-dalam ke hati. Pelajaran di sini adalah bahwa manusia punya kecenderungan alami untuk tunduk kepada Allah - bukan hanya ritual yang terlihat, tetapi keadaan inti dari menyerahkan kehendak seseorang kepada Sang Pencipta. Jika seseorang benar-benar mencari Allah, pencarian itu sendiri adalah bentuk mengarahkan diri kepada-Nya. Sumber: seerah dan koleksi hadith termasuk laporan yang disimpan dalam karya-karya utama (misalnya Ibn Ishaq/Ibn Hisham, al-Tabari, Bukhari, Muslim).