Pertanyaan tentang merespons hari libur dan perayaan
Assalamu alaykum, Aku punya beberapa pertanyaan tentang bagaimana menghadapi ucapan selamat liburan dan perayaan di lingkungan yang kebanyakan non-Muslim. Aku tinggal di AS dan di tempat kerja orang sering mengucapkan hal-hal seperti “Merry Christmas,” “Happy Holidays,” atau “Happy Birthday” saat obrolan ringan. Aku bekerja di bidang kesehatan, jadi aku sering mendapat interaksi cepat dan tidak ingin menjelaskan keyakinan panjang lebar setiap kali. Apa itu oke untuk membalas “Merry Christmas” dengan kalimat yang netral dan sopan seperti “Terima kasih, semoga tahun barumu menyenangkan” atau “Semoga kamu menikmati waktu liburmu”? Aku tidak ingin terkesan mendukung liburan itu, tapi aku juga ingin bersikap baik dan menjaga obrolan tetap singkat di suasana yang sibuk. Untuk ulang tahun, ada alternatif netral untuk “Happy Birthday” yang bisa diterima? Misalnya, apakah baik untuk bilang “Semoga harimu diberkati” atau bertanya santai “Ada rencana apa?” supaya aku tidak terkesan kasar tapi juga tidak langsung merayakan sesuatu yang tidak aku rayakan? Terakhir, aku penasaran tentang ikut serta dalam hari libur nasional seperti Thanksgiving, hari kemerdekaan, atau tahun baru ketika orang merencanakan aktivitas karena mereka libur. Dengan “merayakan” aku maksudkan hal-hal seperti: 1. Thanksgiving: pergi makan dengan teman-teman (tidak khusus ritual kalkun/liburan) 2. Hari kemerdekaan: menonton kembang api atau menghadiri BBQ 3. Tahun baru: pertemuan kecil dengan teman dekat dan keluarga Apakah kegiatan sosial semacam ini diperbolehkan, atau harus dihindari? Aku mencari saran sederhana dan praktis supaya bisa menjalani interaksi dengan sopan tanpa mengorbankan keyakinanku. JazakAllahu khair.