Pertanyaan tentang Hukuman Abadi dan Rahmat Ilahi, assalamu alaikum
Assalamu alaikum, semuanya. Akhir-akhir ini saya lagi mikirin soal hukuman abadi di Neraka. Allah memperkenalkan Diri-Nya di awal setiap surah sebagai Ar-Rahman dan Ar-Rahim, tapi pikiran tentang siksa yang nggak ada habisnya itu rasanya, buat saya, terlalu berat mengingat hidup kita yang singkat dan terbatas. Sekalipun sebagai manusia yang terbatas, saya merasa sulit untuk nyambungin tingkat keparahan itu dengan kasih sayang yang diajarkan dan yang saya rasakan di hati saya sendiri. Saya juga khawatir tentang orang-orang yang dengan tulus mencari kebenaran tapi mungkin kurang kesempatan, kecerdasan, atau bimbingan, dan meninggal dalam kebingungan atau tersesat. Deskripsi tentang Jahannam dalam Al-Qur'an itu sangat keras, dan berpikir bahwa siapa pun-termasuk mungkin saya sendiri-bisa berakhir di sana selamanya bikin saya sangat gelisah. Jadi pertanyaan saya adalah: jika manusia terbatas seperti saya sulit menerima gagasan hukuman abadi, bagaimana saya seharusnya memahaminya dalam kaitannya dengan rahmat Allah yang sempurna? Saya tahu Allah itu di luar pemahaman manusia sepenuhnya dan memahami hikmah-Nya itu sulit, tapi Dia memilih untuk mengungkapkan nama dan sifat-Nya supaya kita bisa berhubungan dengan-Nya. Jika Dia mengajarkan kita tentang kasih sayang dan bahkan menaruh kasih sayang dalam hati kita, bagaimana kita menyelaraskan itu dengan konsep Neraka yang kekal? Saya nggak cari jawaban teologis yang rapi, cuma pemikiran atau refleksi dari orang-orang yang pernah berjuang dengan ini. Jazakum Allahu khairan.