Pertanyaan tentang reaksi Muslim dalam setting sci-fi - apa ini terasa kredibel?
Assalamu alaykum. Saya sedang menulis sebuah cerita sci-fi di mana dunia ini punya fenomena-fenomena yang tak terjelaskan - energi berbahaya, entitas aneh, orang-orang dengan kemampuan yang luar biasa. Agama bukanlah fokus utama, tapi beberapa karakter adalah Muslim dan saya ingin tanggapan mereka terasa nyata dan penuh rasa hormat. Saya tidak membahas teologi, hanya berusaha untuk perilaku yang masuk akal. Apakah yang berikut ini akan masuk akal bagi pembaca Muslim? 1. Seorang karakter Muslim melihat fenomena ini sebagai bagian dari ciptaan Allah (yang dikenal atau tidak), bukan sebagai dewa, dan tidak menyembah atau mengagungkannya. 2. Karakter ini bekerja untuk organisasi ilmiah atau keamanan yang menangani hal-hal ini, melihatnya sebagai kewajiban untuk melindungi kehidupan manusia dan menjaga keselamatan, bahkan ketika beberapa tindakan terasa secara etis canggung. 3. Ketika menghadapi sesuatu yang sangat kuat, karakter ini mungkin merasakan ketakutan atau kekaguman yang merendahkan, tetapi tidak menyamakan itu dengan Tuhan atau menganggapnya sebagai ilahi. 4. Iman mereka membentuk etika pribadi - batasan, niat, tanggung jawab - tetapi mereka tidak terus-menerus memberikan khotbah, mengutip kitab suci, atau menginterpretasikan setiap peristiwa melalui agama. 5. Narasi tersebut tidak menyiratkan bahwa sains menggantikan Tuhan; ia menunjukkan bahwa manusia berusaha belajar tentang ciptaan dengan pemahaman yang terbatas. Dari sudut pandang Muslim: • Apakah tanggapan ini terasa masuk akal? • Apakah ada yang jelas salah atau tidak realistis, bahkan sebagai detail latar belakang? Saya akan sangat menghargai umpan balik yang sederhana. Jazakallahu khair atas waktu Anda.