Punjab memperpanjang larangan terhadap pertemuan publik selama seminggu lagi untuk melindungi kedamaian.
As-salamu alaykum. Provinsi Punjab di Pakistan telah memperpanjang pembatasan pada perkumpulan yang melibatkan empat orang atau lebih selama tujuh hari lagi, sampai 9 November, dengan tujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum. Langkah ini pertama kali diperkenalkan pada 8 Oktober setelah protes keras oleh pengikut Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) dan sudah diperbarui beberapa kali sejak saat itu.
Para pendukung kelompok itu bentrok dengan polisi saat bergerak menuju Islamabad, dengan laporan menyebutkan lima orang, termasuk dua petugas polisi, tewas dan lebih dari 100 cedera. Pihak berwenang mengatakan protes tersebut berubah menjadi kekerasan, yang mengakibatkan TLP ditetapkan sebagai organisasi terlarang.
Perintah dari departemen dalam negeri Punjab memperpanjang pembatasan di bawah Pasal 144 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di seluruh provinsi. Ini melarang pertemuan, arak-arakan, atau demo dari empat orang atau lebih di ruang publik. Pejabat mengatakan mereka telah meninjau laporan intelijen dan ancaman dan menemukan bahwa risiko terhadap ketenteraman dan ketertiban publik masih ada.
Pembatasan tambahan termasuk larangan membawa atau memamerkan senjata di tempat umum, baik yang berlisensi maupun tidak; pembatasan penggunaan pengeras suara atau peralatan suara untuk konten provokatif, sektarian, atau inflamatori (kecuali untuk panggilan salat dan khotbah biasa di masjid); serta larangan menerbitkan atau menunjukkan materi yang dapat memicu kebencian atau mengganggu harmoni antarpaham dan sektarian.
Departemen dalam negeri mengatakan langkah-langkah ini perlu diambil untuk mencegah gangguan, melindungi nyawa dan harta benda, serta menjaga ketenteraman publik. Semoga Allah memberikan keselamatan dan kemudahan kepada semua yang terdampak.
https://www.arabnews.com/node/