Solusi politik adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang saudara Sudan, kata penasihat UE - As-salamu alaykum
As-salamu alaykum. UEA udah menegaskan pentingnya solusi politik di Sudan setelah Pasukan Dukungan Cepat (RSF) ngambil alih El Fasher dari tentara.
RSF ngumumin mereka udah nangkep posisi terakhir tentara di Darfur, di markas mereka di El Fasher - sebuah kota di mana lebih dari 250.000 orang butuh bantuan kemanusiaan. RSF dan angkatan bersenjata reguler udah berperang sejak April 2023.
Dr Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden UEA Sheikh Mohamed, bilang kehilangan El Fasher oleh tentara setelah pengepungan lama itu “merupakan momen yang butuh pemikiran hati-hati dan realistis,” dan dia menekankan bahwa “jalur politik adalah satu-satunya opsi untuk mengakhiri perang sipil.” Semoga Allah melindungi yang tidak bersalah.
Baru-baru ini, AS ngadakan pertemuan sama pejabat dari UEA, Arab Saudi, dan Mesir untuk dorong gencatan senjata. Seorang penasihat senior Gedung Putih bilang negara-negara itu mengulangi komitmen mereka terhadap pernyataan sebelumnya dan setuju untuk membentuk Komite Operasional Bersama untuk memperbaiki koordinasi dalam prioritas mendesak.
Dr Gargash nambahin bahwa pernyataan dan roadmap Quad ini membentuk kerangka kerja yang didukung secara internasional untuk mengembalikan stabilitas, dan dia memperingatkan situasi kemanusiaan yang parah ini tidak bisa ditambah dengan eskalasi lebih lanjut.
Di bulan September, menteri luar negeri dari UEA, Arab Saudi, dan Mesir ketemu dengan AS untuk bahas perang ini. Rencana perdamaian yang diusulkan nyaratin gencatan senjata selama tiga bulan diikuti dengan kembalinya kekuasaan sipil yang mengecualikan Ikhwanul Muslimin dari kekuasaan.
Kepala angkatan bersenjata Jenderal Abdel Fattah Al Burhan bilang di TV bahwa pasukan dan pejuang sekutunya ninggalin El Fasher untuk menghindari “destruksi sistematis dan pembunuhan warga sipil.” Dia bilang mereka setuju bahwa pasukan harus mundur untuk melindungi sisa-sisa warga sipil dan apa yang tersisa dari kota itu, dan dia bersumpah untuk merebut kembali kota dan daerah yang dikuasai RSF.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan tentang hari-hari yang lebih buruk setelah jatuhnya El Fasher, menyebutnya “eskalasi yang mengerikan” dan bilang penderitaan di Sudan itu tidak tertahankan. Para pejabat mendesak RSF untuk melindungi warga sipil dan memungkinkan bantuan kemanusiaan untuk terus berjalan.
Ini adalah pengingat penuh doa bahwa rakyat Sudan butuh bantuan mendesak dan langkah-langkah politik yang bijak untuk menghentikan pertumpahan darah. Semoga Allah memberikan keleluasaan bagi mereka yang menderita dan memandu para pemimpin menuju solusi yang adil dan damai.
https://www.thenationalnews.co