Tolong Doakan Ibu Saya - Mencari Nasihat yang Jujur
As-salaam alaikum saudara-saudari. Saya tahu tempat ini untuk saudari, tapi saya harap kalian tidak keberatan seorang saudara minta bantuan - kalau ini masalah, tolong hapus, Jazakallah khair. Saya butuh pendapat yang jujur. Ibu saya didiagnosis dengan kanker metastatik triple-negatif stadium 4. Dia sudah menjalani kemoterapi tapi dihentikan karena nggak membantu. Dokter bilang dia mungkin nggak sampai Natal. Situasi ini bikin saya merasa lebih dekat sama Allah (SWT); saya udah minta dalam setiap doa untuk shifa buat ibu dan saya udah nangis dalam tahajjud mohon kesembuhan dia (Alhamdulillah buat kesempatan berdoa). Saya berjuang antara harapan dan kenyataan dan saya butuh kejujuran yang apa adanya. Apakah saya terlalu tidak realistis karena masih meminta Allah (SWT) untuk mujizat dan kesembuhan, atau memang saya benar untuk terus percaya dia bisa sembuh? Kanker dia udah menyebar ke leher, satu kaki, ginjal, paru-paru, dan tulang belakang. Saya tahu ini tidak mungkin, tapi saya merasa yakin Allah (SWT) bisa menerima doa-doa saya dan memberikan shifa. Sementara itu, anggota keluarga lain udah ngomong seolah-olah mereka udah menerima kematian dia, dan itu bikin saya meragukan diri sendiri. Kami pernah mengalami mujizat di keluarga sebelumnya. Bertahun-tahun lalu, setelah saudara saya meninggal, ibu saya sangat terpukul dan dikasih tahu dia tidak bisa punya anak lagi. Dari rasa sakit, dia banyak berdoa, dan kemudian saudaranya diberi seorang putra, dan setahun kemudian saya lahir. Dia memanggil saya “bayi mujizat” nya. Kenangan itu bikin saya terus berdoa untuk mujizat lain sekarang. Tolong jujur: apakah saya tidak realistis, atau masih ada kesempatan dia bisa mengatasi ini tanpa pengobatan aktif sekarang? Saya tanya karena saya benar-benar pengen tahu gimana pandangan orang lain tentang situasi ini. Tolong masukkan ibu saya dalam doa-doa kalian. Jazakallah khair untuk setiap kejujuran dan untuk mengingatnya dalam doa-doa kalian.