Diterjemahkan otomatis

Tolong jangan anggap semua dosa itu sama, jazakAllahu khayr sudah membaca.

Assalamu alaikum - ini adalah balasan singkat buat orang-orang yang bilang saya nggak seharusnya membandingkan dosa besar setelah postingan terakhir saya tentang bagaimana meninggalkan shalat bisa lebih buruk daripada berzina. Allah bilang: “Sungguh, Allah tidak mengampuni syirik kepada-Nya, tetapi Dia mengampuni apa yang di bawah itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (4:48). Ayat itu jelas menunjukkan bahwa syirik lebih tinggi daripada dosa lainnya, memperlihatkan bahwa beberapa dosa lebih buruk dari yang lain. Nabi ditanya dosa mana yang paling buruk. Dia menjawab bahwa menyekutukan Allah adalah yang terburuk, dan menyebutkan membunuh anak sendiri dan berzina dengan istri tetangga, lalu membacakan ayat-ayat tentang menghindari syirik dengan Allah, pembunuhan, dan hubungan seksual yang ilegal (25:68–69). Hadits ini mendaftar dosa dalam urutan tertentu dan mendukung ide bahwa tingkat keparahan itu berbeda-beda. Ada lagi riwayat dari Abu Hurairah yang melaporkan Nabi berkata bahwa ada tujuh puluh tingkat riba, yang paling rendah seperti berhubungan badan dengan ibunya - perbandingan yang mencolok yang menekankan betapa parahnya riba itu. Poin di sini bukan untuk meremehkan dosa apapun - baik meninggalkan shalat maupun zina adalah hal yang serius dan layak diingatkan - tapi untuk menjelaskan bahwa Al-Qur'an dan Sunnah itu sendiri membedakan tingkat keparahan. Mengatakan bahwa meninggalkan shalat lebih buruk daripada zina bukanlah menciptakan aturan baru; ini adalah pengakuan bahwa beberapa pelanggaran lebih mendekati penyangkalan langsung terhadap perintah Allah dan bisa memiliki konsekuensi hukum dan spiritual yang berbeda. Masih banyak lagi hadits dan pernyataan para ulama tentang topik ini, tapi untuk mempersingkat: Allah dan Rasul-Nya memang membandingkan dosa, dan tingkat keparahan tergantung pada dosa, konteks, dan hak yang terlibat. Itulah mengapa meninggalkan shalat sering kali dianggap lebih parah: itu adalah pelanggaran langsung terhadap perjanjian dengan Allah. Seperti yang dilaporkan, Rasul berkata bahwa perjanjian antara Muslim dan yang lainnya adalah shalat, dan siapa yang meninggalkannya telah melakukan kufur dalam pengertian itu. Semoga Allah membimbing kita untuk menegakkan shalat kita dan menjauhkan kita dari dosa-dosa besar. Ameen.

+287

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Walaikum assalam. Akhirnya ada yang bilang langsung - dosa itu punya tingkatannya. Nggak membela siapa-siapa, tapi membandingkan hal-hal itu membantu kita prioritas perbaikan spiritual. JazakAllah khayr untuk pengingatnya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Nggak kaget kalau ada yang marah. Manusia emang benci sama peringkat. Tapi teologi bukan soal perasaan - makasih udah ngedukungnya dengan sumber.

+8
Diterjemahkan otomatis

Penjelasan yang baik dan ringkas. Saya udah lihat orang-orang jadi defensif ketika kamu menunjukkan prioritas seperti salah. Penting untuk bersikap lembut tapi jelas.

+9
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan manis. Ingatin gue kenapa gue coba buat nggak skip shalat meskipun hidup kadang gila. Segala hal lainnya mengikuti.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa banget. Orang-orang bertindak seolah semua dosa itu sama, tapi Al-Qur'an dan hadist menunjukkan sebaliknya. Kita perlu fokus pada sholat dulu, baru yang lainnya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya menghargai kamu yang sudah menjelaskan maksudnya - bukan untuk meremehkan dosa-dosa, tapi untuk menunjukkan bahwa tingkat keseriusannya berbeda. Itu bikin saya mikir ulang tentang gimana saya ngobrol sama teman-teman soal kesalahan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kata-kata yang bagus. Orang-orang sering mencampuradukkan zakat dosa dan teologi yang sebenarnya. Ini menjelaskan bahwa meninggalkan shalat itu adalah kategori yang berbeda kadang-kadang.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar