Langkah damai: PKK bilang pejuang bergerak dari Turkiye ke Irak utara - Salaam
Salaam. Partai Pekerja Kurdistan (PKK) udah ngumumin bahwa mereka menarik pasukan dari Turkiye ke Irak utara sebagai bagian dari proses perdamaian, ini menandakan kemajuan dalam usaha yang udah lama banget buat mengakhiri dekade-dekade konflik bersenjata yang mengorbankan banyak nyawa.
Mereka bilang dalam pernyataan yang dibacakan di daerah Qandil di Irak utara bahwa mereka sedang menarik semua kekuatan dari Turkiye. Ada foto yang ditunjukin dari 25 pejuang, termasuk delapan wanita, yang udah pindah dari Turkiye.
Seorang juru bicara pemerintah Turki menggambarkan langkah ini sebagai bagian dari proses "Turkiye Tanpa Terorisme" dan menyebutnya sebagai langkah strategis dan bersejarah. PKK udah secara resmi membatalkan perjuangan bersenjata selama 40 tahunnya awal tahun ini dan udah mulai beralih ke keterlibatan politik untuk coba menyelesaikan konflik yang menyebabkan puluhan ribu orang tewas.
Kelompok ini meminta pihak berwenang Turki buat mengambil langkah hukum dan politik yang diperlukan untuk memajukan proses ini, bilang bahwa langkah-langkah untuk mengizinkan partisipasi dalam politik demokratis dan perlindungan untuk kebebasan harus dilaksanakan tanpa penundaan. Mereka bilang mereka berniat untuk terus memperjuangkan hak-hak Kurdi melalui cara-cara demokratis, mengikuti seruan dari pemimpin mereka, Abdullah Ocalan.
Di bulan Juli, kelompok ini menggelar acara simbolis di Irak utara di mana mereka menghancurkan batch awal senjata – sebuah tindakan yang disebut Turki sebagai titik balik yang tak bisa dibalikkan. Para pemimpin Turki bilang perkembangan ini membuka babak baru bagi negara itu.
Kalau proses ini berhasil, mengakhiri konflik panjang ini bisa mempengaruhi wilayah yang lebih luas, termasuk Suriah yang tetangganya, di mana hubungan antara kelompok Kurdi dan kekuatan eksternal masih sensitif.
Semoga Allah memberikan kesembuhan bagi mereka yang terkena dampak konflik ini dan membimbing para pemimpin menuju solusi yang adil dan damai.
https://www.aljazeera.com/news