PBNU dan Maroko Perkuat Diplomasi Islam, Bahas Rencana Strategis 2029
Hubungan Indonesia dan Kerajaan Maroko terus diperkuat melalui diplomasi keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Pemerintah Maroko membahas agenda strategis, termasuk penguatan Islam moderat dan rencana kemitraan strategis kedua negara pada 2029.
Duta Besar Kerajaan Maroko, Redouane Houssaini, menemui Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyampaikan bahwa pertemuan membahas penguatan kerja sama di bidang kebudayaan, keagamaan, dan pendidikan. Dalam pendidikan, setiap tahun terdapat kuota beasiswa dari Maroko, termasuk 20 beasiswa khusus melalui NU.
Dubes Maroko mengusulkan forum dialog ulama dan cendekiawan dari kedua negara untuk memperkuat pemahaman Islam yang moderat dan bertukar pengalaman dalam menghadapi ekstremisme keagamaan. Forum tersebut dijadwalkan pada tahun depan di Indonesia.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak menuju kemitraan strategis 2029. Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto juga menyoroti pentingnya diplomasi parlemen untuk mendorong kerja sama nyata, termasuk penyediaan 50 beasiswa studi bahasa Arab dan kesejarahan, melanjutkan hubungan historis yang telah terjalin sejak era Presiden Soekarno.
https://mozaik.inilah.com/news