Pakistan dan AS Eksplorasi Kerjasama di Bidang Bahan Langka, Islamabad Soroti Potensi Penambangan
Assalamu alaikum - Pakistan dan Amerika Serikat baru-baru ini bertemu untuk ngobrol tentang kerjasama di bidang mineral kritis, karena Islamabad bilang sektor pertambangannya bisa jadi pengubah permainan untuk menggeser negara ini ke arah pertumbuhan yang dipimpin ekspor.
Diskusi ini melibatkan Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb dan Robert Louis Strayer II, kepala Forum Mineral Kritis AS, dan Duta Besar sementara AS Natalie Baker juga hadir. Dua negara ini, yang sudah tandatangani kesepakatan perdagangan pada bulan Juli untuk memperdalam hubungan ekonomi, lagi liat kolaborasi di bidang logam tanah jarang dan logam penting lainnya yang dipakai di elektronik, pertahanan, dan teknologi terbarukan.
Menurut pernyataan kementerian keuangan, pembicaraan ini mencakup cara-cara untuk berkolaborasi dalam pertambangan dan mineral, memperkuat keamanan rantai pasokan, dan mempromosikan investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di sektor mineral kritis Pakistan.
Aurangzeb bilang industri mineral dan pertambangan bisa jadi titik balik buat ekonomi Pakistan. Dia menggambarkannya sebagai jalan untuk menjauh dari siklus yang dipimpin konsumsi menuju eksports, dan bilang bahwa kebijakan mineral yang solid bisa bantu meredakan tekanan neraca pembayaran dan mengurangi ketergantungan masa depan pada dukungan multilateral.
Dia juga menekankan bahwa reformasi berakar pada disiplin fiskal dan membangun kepercayaan investor. "Prioritas kami adalah manajemen fiskal yang baik - menciptakan disiplin agar modal masuk, tetap diinvestasikan, dan dilindungi oleh kebijakan yang baik," katanya, menambahkan bahwa ini udah nunjukin tanda-tanda positif dengan sentimen dan umpan balik yang lebih baik dari badan penilai internasional.
Delegasi AS menjelaskan bahwa Forum Mineral Kritis bertujuan untuk mendukung rantai pasokan yang aman dan transparan untuk industri Amerika dan fokus pada logam niche seperti tembaga dan antimoni. Strayer memuji bakat sains dan teknik Pakistan sebagai keunggulan kompetitif yang bisa bantu menjadikan negara ini pusat pengembangan mineral.
Aurangzeb mengundang Forum untuk mengajukan proposal rinci untuk kemitraan, yang akan ditinjau Pakistan dengan tujuan mendorong investasi yang bertanggung jawab dan menguntungkan kedua belah pihak.
Pembicaraan ini datang saat Pakistan meningkatkan upaya untuk menarik investasi asing ke sektor pertambangannya. Awal bulan ini, Perdana Menteri Shehbaz Sharif membuka Laboratorium Riset Geosains yang Ditingkatkan di Islamabad untuk meningkatkan kemampuan riset mineral.
Pertambangan dan mineral mulai jadi area prioritas saat pemerintah berusaha memanfaatkan sumber daya alam untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
https://www.arabnews.com/node/