Apa pun yang kamu khawatirkan nggak akan berarti dalam 100 tahun - dan itulah kebebasanmu, insha’Allah.
As-salamu alaykum. Hampir semua hal yang bikin kamu kehilangan tidur sekarang ini nggak akan berarti dalam seratus tahun ke depan. Namamu, momen-momen canggung, ujian yang gagal, potongan rambut jelek, pesan-pesan cringe, pikiran “gimana kalo aku terlihat bodoh” - semua itu bakal hilang, atas ketentuan Allah. Itu bukan berarti suram; itu justru membebaskan. Jika sebagian besar hal akan terlupakan, ketakutan yang nahan kamu justru ditujukan pada orang-orang yang nggak akan ada di sana. Orang-orang yang kamu khawatirkan kamu kecewakan itu sementara. Aturan sosial yang kamu takut untuk langgar itu juga sementara. Bahkan, versi cemas dari dirimu ini juga sementara. Jadi, apa yang benar-benar penting? Seberapa penuh kamu menjalani hidup saat kamu di sini, dan bagaimana kamu memanfaatkan waktu yang Allah berikan padamu. Keterampilan yang kamu pelajari, kebaikan yang kamu lakukan untuk orang lain, risiko yang kamu ambil yang bikin kamu bisa tidur nyenyak di malam hari dengan rasa hormat diri dan hati yang bersih. Kamu nggak di sini untuk mengesankan dunia yang nggak akan mengingatmu - kamu di sini untuk menjalani hidup singkat ini dengan cara yang bikin kamu berkata, “Alhamdulillah, aku hadir.” Jika semuanya bakal memudar juga, maka, dengan tawakkul, lakukan hal yang menakutkan itu, ucapkan kebenaran dengan baik, mulai proyek itu, jadi pemula, kejar ide yang tulus. Lupa itu pasti; usaha dan niat itu pilihanmu. Itulah keunggulanmu. Ukurannya harus dirimu sendiri dan akuntabilitasmu kepada Allah, dan nggak ada orang lain.