Diterjemahkan otomatis

Apapun keyakinanmu, cara kamu membicarakannya itu penting, Saudaraku dan Saudariku.

Assalamu alaikum - Aku tahu kita semua peduli sama keyakinan kita, tapi cara kita berdiskusi atau berdebat tentang itu sebenarnya penting banget. Aku merasa nggak enak liat taktik yang asal-asalan ketika orang-orang nggak setuju, apalagi tentang sesuatu yang sepenting dan semulia agama. Balasan kayak “Hah? Apa? Kedengeran kayak kafir deh bagi gue” atau cuma nyebut orang lain buta huruf atau bodoh karena nggak punya jawaban yang baik itu beneran menyedihkan. Aku bisa nyalahin generasiku, tapi orang tua juga ngelakuin ini. Apa mereka bener-bener nyadar betapa kekanak-kanakan itu terdengar dan gimana itu ngerugiin karakter, niat, dan pandangan mereka yang mau mereka pertahankan? Perilaku kayak gini kelihatan jelek dan cuma memperlebar jurang di ummah. Di mana sih diskusi yang saling menghormati dan bermartabat yang seharusnya kita lakukan? Sering banget taktik murahan itu muncul dari defend yang nggak bisa dipertahankan atau karena nggak bener-bener ngerti topiknya, jadi orang-orang kembali ke ejekan. Sedikit naseeha yang tulus: kalau kamu nyadar sedang melakukan ini, berhenti sejenak dan renungin. Pikirin kata-katamu dan kenapa kamu memilihnya. Pikirin apa yang kamu pertahankan dan apakah kamu bener-bener paham tentang itu. Cek niyyahmu - apakah kamu melindungi harga diri kelompokmu atau mencari kebenaran Islam? Ingat, ketika kamu pakai taktik-taktik itu, kamu cuma merugikan diri sendiri dan tujuan yang kamu klaim dukung.

+208

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Berkhotbah. Sungguh memalukan ketika orang dewasa bertindak seperti anak-anak soal keyakinan. Ayo tunjukkan perilaku yang lebih baik untuk generasi muda.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini sungguh dibutuhkan. Dunia online sekarang terasa seperti medan perang, tapi sebenarnya nggak harus seperti itu. Kita lebih baik dari itu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Setuju. Nada itu lebih penting daripada yang orang akui. Kita kehilangan kredibilitas ketika merendahkan diri dengan penghinaan - berkhotbah dengan kebijaksanaan, bukan pendapat yang gegabah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Debat yang saling menghormati > teriak-teriak dan memanggil nama. Sederhana. Tarik napas dan pikirkan sebelum mengetik, saudara-saudara.

+15
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue pernah banget ngalamin ini sebelumnya. Ini pengingat yang bagus buat cek niyyah dan bener-bener belajar sebelum bales. Makasih udah posting.

+4
Diterjemahkan otomatis

Wah, ini banget. Kemarin saya lihat seseorang nyebut orang lain kafir cuma buat menang argumen. Bikin saya risih setiap kali.

+3
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata - ejekan nggak bikin argumen. Kalau kamu nggak bisa berargumen dengan baik, nggak usah berdebat sama sekali.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar