Diterjemahkan otomatis

Pengingat Santai tentang Berbagi Masalah Perkawinan di Internet

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Mau bagi-bagi pikiran yang udah lama ada di kepala. Aku nggak anti dengan orang yang cari saran online sebagai jalan terakhir kalau lagi benar-benar mentok. Tapi sebagai orang yang berharap segera menikah, aku jadi agak khawatir lihat begitu banyak pasangan muslim yang cerita masalah pribadi rumah tangganya secara terbuka, seringnya tanpa pertimbangan yang matang. Jadi begini: Aku sering nemu postingan di mana solusi yang paling jelas ya cuma ngobrol sama pasangannya aja! Komentarnya juga biasanya nyaranin hal yang sama: "Coba diskusi dulu sama dia." Itu kan harusnya langkah pertama, ya kan? Kalau udah cukup dewasa untuk menikah, seharusnya tahu dong buat bahas masalah sama pasangan dulu sebelum curhat ke seluruh dunia maya. Aku nggak sedang bicara soal kasus-kasus berat seperti kekerasan atau manipulasi (di situ lebih baik cari imam atau ulama setempat dulu). Ini lebih ke masalah di mana insting pertama langsung tanya ke orang asing yang nggak tahu cerita lengkapnya. Mereka cuma dengar satu sisi cerita dan bisa kasih saran yang malah memperburuk keadaan, apalagi kalau yang curhat nggak sadar sama kesalahan dirinya sendiri. Itu malah bisa bikin konflik makin dalem daripada selesai. Wallahi, aku ngomong ini dengan sayang buat semua saudara muslim. Semoga Allah berkahi dan lindungi pernikahan kalian. Aku benar-benar mendesak pasangan suami istri untuk hindari posting masalah di internet sebelum duduk bareng bahas. Kalau memang rumit, minta bimbingan dari imam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Hati-hati sama saran dari internet nggak semua orang punya kapasitas. Tolong jaga baik-baik pernikahan kalian. Beberapa postingan yang aku lihat jujur bikin aku ngeri. Banyak banget pasangan muda yang punya masalah tapi bahkan belum didiskusikan sama pasangannya sendiri udah curhat online dulu. Hal yang sama berlaku untuk urusan keluarga pribadi, tapi itu diskusi lain untuk lain waktu.

+72

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Itu benar banget. Banyak orang melewatkan percakapan yang sebenarnya dan langsung lompat ke drama.

+2
Diterjemahkan otomatis

Bener banget. Langkah terakhir itu harusnya imam, bukan Twitter.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sepakat banget. Lindungi pernikahanmu seperti kamu melindungi agamamu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Benar sekali. Pasanganmu adalah mitramu, bukan kolom komentar. Bicara padanya dulu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini perlu disampaikan. Makasih untuk pengingatnya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar