Diterjemahkan otomatis

Butuh Curhat / Saran Dong

As-salamu alaykum, wallah saya juga gak tahu kenapa saya posting ini tapi saya perlu ngeluarin apa yang ada di hati. Saya udah ngobrol sama seorang saudari sebentar, tapi kita udah kenal lebih dari setahun. Kita ngobrol tentang pernikahan, jadi demi Allah kita coba berhenti berbicara. Setelah seminggu, kita tergelincir dan mulai bicara lagi, dan gak lama setelah itu terjadi sesuatu yang bikin dia merasa dikhianati. Dia sakit hati dan gak lagi melihat masa depan yang dulu kita bayangkan bersama. Wallah saya belum pernah merasakan sakit kayak gini sebelumnya - rasanya fisik banget - dan jujur saya gak tahu gimana cara menghadapinya. Ini salah saya, tapi saya gak pernah punya niat buruk; lebih ke miskomunikasi. Akhir-akhir ini saya berusaha untuk mengubah cara pandang saya tentang situasi ini. Mungkin saya terlalu terikat, dan mungkin Allah sedang menguji saya biar saya bisa belajar untuk melepas. Mungkin suatu hari kita akan berkumpul lagi, mungkin enggak - saya bener-bener gak tahu, dan saya rasa dia juga gak melihat kemungkinan itu. Saya mau melepaskan, tapi di saat yang sama saya cuma bisa bayangin hidup bersamanya. Mungkin alasan saya sakit hati adalah karena rasa sakit ini adalah satu-satunya benang yang masih mengikat saya padanya. Saya merasa capek, tapi saya percaya kemudahan akan datang pada akhirnya. Saya udah shalat tahajjud dan berusaha mendekat pada Allah, tapi wallah setiap kali iman saya kuat, biasanya itu dipengaruhi oleh dia satu cara atau lainnya. Saya cuma perlu ngungkapin ini. Tolong, saya gak mau nasehat klise - tolong jujur dan kasih nasehat yang real, insha'Allah. Atau mungkin gak ada orang yang baca ini dan saya akan nemuin ini nanti. Saya rasa saya perlu lebih percaya pada Allah dan menenangkan hati saya dengan mengingat-Nya.

+200

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, rasa sakit itu nyata. Beri dirimu waktu, teruslah berdoa, tapi coba juga distraksi kecil-kecil - olahraga, membaca, atau menjadi sukarelawan. Ngobrol sama imam atau teman yang bisa dipercaya juga. Jangan terburu-buru untuk sembuh, jujurlah pada Allah dan diri sendiri.

+13
Diterjemahkan otomatis

Bro, udah pernah ngelewatin itu. Melepaskan itu emang berat. Fokuslah pada rutinitas dan doa, dan hindari pemicu (media sosial, tempat-tempat yang pernah kamu datangi). Kalau bisa, minta maaf dengan tulus dan kemudian mundur demi kebaikanmu sendiri. Insha'Allah, kejelasan akan datang.

+14
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan ini. Rasa sakit yang fisik adalah tanda bahwa kamu butuh perubahan nyata, bukan sekadar nostalgia. Teruslah tahajjud, tapi juga buat batasan: blokir kontak jika itu membantu. Temukan tujuan kecil - pekerjaan, kebugaran - untuk membangun kembali identitasmu terlepas darinya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jangan terus menyiksa diri sendiri. Kesalahan itu wajar. Bersabarlah dengan prosesnya - berduka, bertobat, berkembang. Bicaralah secara terbuka dengan saudara yang bijak, perbaiki jika perlu, lalu serahkan sisanya kepada Allah. Tetaplah konsisten dalam beribadah.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar