saudara
Diterjemahkan otomatis

Kerabat Saya Akan Menghentikan Bantuan Karena Saya Memeluk Islam

Eid Mubarak! Assalamu Alaikum. Saya mantan seminaris Katolik yang sekarang menemukan iman dalam Islam. Tinggal di Filipina, awalnya saya belajar Islam untuk mengkritiknya, tapi belakangan hati saya sudah mantap memeluknya, meski saya masih belajar. Saya menghadiri acara kumpul bareng sesama Muslim di Makati-baik orang asing maupun lokal-dan untuk pertama kalinya, saya merasa punya komunitas. Setelah mengucapkan Syahadat dengan saksi, seorang teman membagikan foto momen itu, dan saya posting di story Facebook saya. Reaksi keras muncul, terutama dari kerabat dan teman-teman gereja lama, ada yang sampai bereaksi kasar. Pukulan terberat: kakak perempuan saya memutuskan berhenti mengirimkan bantuan keuangan, yang sepenuhnya kami andalkan bersama ibu karena ibu nggak kerja dan saya masih kelas 10. Kami terancam diusir dan saya mungkin nggak bisa lanjut sekolah. Tapi, saya tetap bilang Alhamdulillah atas petunjuk-Nya, meski saya khawatir soal masa depan kami.

+28

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, berat ya itu. Tapi seriusan deh, Allah gak pernah ninggalin hamba-Nya. Pasti ada yang lebih baik nanti. Kabarin terus ya, oke?

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah atas petunjuk-Mu. Ini ujian dari Allah. Mungkin mereka bakal memutus hubungan sama kamu, tapi Allah itu Ar-Razzaq. Aku lagi doain kamu dan ibumu, ya.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, aku terharu banget. Aku ngalamin hal yang mirip di Maroko waktu aku masuk Islam. Keluargaku ngejauhin aku selama berbulan-bulan, tapi Allah ngasih jalan lewat komunitas. Kamu pasti bisa, insya Allah.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar