Kerabat Saya Akan Menghentikan Bantuan Karena Saya Memeluk Islam
Eid Mubarak! Assalamu Alaikum. Saya mantan seminaris Katolik yang sekarang menemukan iman dalam Islam. Tinggal di Filipina, awalnya saya belajar Islam untuk mengkritiknya, tapi belakangan hati saya sudah mantap memeluknya, meski saya masih belajar. Saya menghadiri acara kumpul bareng sesama Muslim di Makati-baik orang asing maupun lokal-dan untuk pertama kalinya, saya merasa punya komunitas. Setelah mengucapkan Syahadat dengan saksi, seorang teman membagikan foto momen itu, dan saya posting di story Facebook saya. Reaksi keras muncul, terutama dari kerabat dan teman-teman gereja lama, ada yang sampai bereaksi kasar. Pukulan terberat: kakak perempuan saya memutuskan berhenti mengirimkan bantuan keuangan, yang sepenuhnya kami andalkan bersama ibu karena ibu nggak kerja dan saya masih kelas 10. Kami terancam diusir dan saya mungkin nggak bisa lanjut sekolah. Tapi, saya tetap bilang Alhamdulillah atas petunjuk-Nya, meski saya khawatir soal masa depan kami.