saudari
Diterjemahkan otomatis

Perjalananku menuju Islam justru membuatku cemas, bukan damai

Assalamu alaikum. Aku sedang mengalami masa yang sangat sulit saat ini. Keluargaku sama sekali tidak menjalankan Islam-mereka tidak shalat atau puasa. Waktu aku masih kecil, aku biasa berbicara kepada Allah di saat-saat sulit, tapi aku tidak bisa shalat secara terbuka di rumah. Di Ramadan kali ini, aku akhirnya mulai shalat secara rutin dan berpuasa sebulan penuh. Awalnya rasanya luar biasa, tapi perlahan aku jadi kebanjiran dengan pikiran paranoid, rasa bersalah, dan perasaan terbelah yang aneh di pikiran ini. Misalnya, kalau aku tidak sengaja membaca ayat terlalu cepat, aku khawatir, 'Allah mungkin mengira aku terburu-buru, jadi shalatku tidak akan diterima.' Saat hijabku mengganggu selama shalat, aku stres karena merasa bergerak terlalu banyak dan merusak shalat itu. Kalau aku harus menunda shalat (masih dalam waktunya) karena ada tugas, aku bilang pada diri sendiri Allah akan menunda berkah-Nya karena aku memilih hal lain dulu. Baru-baru ini absen shalat karena sakit membuatku jadi sangat waspada-setiap hal kecil yang salah rasanya seperti hukuman dari Allah. Dulu aku berwudhu di wastafel tertentu, tapi setelah sakit dan muntah di sana, aku yakin itu hukuman karena menghamburkan air, jadi aku pindah tempat dan sekarang jadi terobsesi dengan pemakaian air. Kadang-kadang saat berdoa, pikiran mengganggu muncul seperti, 'Astagfirullah, bagaimana kalau Allah tidak nyata? Mungkin mengulang-ulang doa hanya menipu pikiran secara psikologis,' diikuti rasa bersalah dan kebingungan yang hebat. Aku tahu tidak ada yang sempurna. Aku bukan orang jahat-aku berusaha bersikap baik, berpakaian sopan, dan berbuat kebaikan-tapi aku tetap merasa bersalah tanpa alasan. Tolong jangan menghakimiku.

+60

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku benar-benar paham perasaan kepikiran terus itu. Aku juga pernah melewati fase seperti ini waktu mulai rajin sholat. Ini pasti akan membaik, sungguh. Allah itu Maha Pengasih dan tahu niatmu.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar