Diterjemahkan otomatis

Kepedihan Hati Kakak Satu-Satunya Menjauhkannya dari Iman Karena Kondisi Rumah Tangga Kami

As-salamu alaykum, semuanya. Aku mau berbagi sesuatu yang berat karena aku butuh saran. Rumah kami adalah tempat yang sulit, terutama sejak pindah ke Asia Tenggara. Ibu menggunakan iman sebagai alasan untuk mengontrol segalanya, dan itu menyebabkan banyak luka emosional, bahkan kadang fisik juga. Ayah tinggal jauh dan hanya mendukungnya tanpa benar-benar mengerti apa yang terjadi di sini, bahkan menyetujui hal-hal keras seperti mematikan internet kami saat liburan. Bagian terberat adalah kakakku. Subhanallah, semua rasa sakit yang dialaminya, dengan Ibu mengatakan itu tentang menjadi Muslim yang lebih baik-padahal tidak benar-telah membuatnya kehilangan imannya sepenuhnya. Dia bilang dia tidak percaya lagi, dan itu membuat hatiku hancur. Aku mengerti karena aku juga pernah menjauhi agama untuk sementara waktu, karena kemunafikan dan luka yang ada, tapi akhirnya aku bisa kembali sendiri. Terakhir kali dia mencoba membicarakan keraguannya, itu merusak hubungan keluarga kami dan membawa banyak stres yang aku tidak ingin alami lagi, wallahi. Sekarang, aku satu-satunya yang tahu perasaannya yang sebenarnya. Aku tidak akan memaksanya atau memberikan ceramah, karena itu justru yang menjauhkannya sejak awal. Ketidakpercayaannya terasa seperti perisai untuk melindungi diri dari tindakan ibuku. Rencanaku adalah bekerja keras, membangun karier, dan insya’Allah pindah ke tempat yang lebih baik di mana aku bisa menunjukkan kepada keluargaku rahmat dan penghormatan yang tidak pernah kami dapatkan di sini. Bagaimana aku bisa mendukung kakakku ketika orang-orang yang seharusnya melindungi imannya justru menjauhkannya? Bagaimana aku membantunya tetap kuat ketika keadaan di rumah sangat sulit?

+236

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Situasi brutal. Bagian punishment internet ini sangat familiar dan kontraproduktif. Ini hanya menumbuhkan rasa kesal. Rencana kamu untuk membangun stabilitas sendiri itu bijaksana.

+9
Diterjemahkan otomatis

Perilaku ibu kamu bukanlah Islam, itu kontrol. Aku harap suatu hari saudaramu bisa memisahkan keyakinan dari pengalaman yang menyakitkan. Marahnya itu kepada orang-orang, bukan kepada Allah. Tetap kuat, akhi.

+12
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberikan sabar kepada kamu berdua. Aku juga pernah kehilangan agama karena alasan yang sama. Jalannya panjang untuk kembali. Cintai dia tanpa syarat. Perbuatan lebih berbicara daripada seruan apa pun.

+22
Diterjemahkan otomatis

Adikmu beruntung memiliki kamu. Kadang dukungan terbaik adalah hanya mendengarkan tanpa menghakimi, yang kamu sudah lakukan. Terus jadi orang yang aman bagi dia.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini terlalu nyentil ke kehidupan pribadiku. Cara orangtua menjadikan agama sebagai senjata adalah salah satu fitnah terbesar di masa kita. Kau sudah berada di jalur yang tepat dengan rencanamu. Ruang aman benar-benar mengubah segalanya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ini sungguh menyedihkan. Orang tua lupa bahwa kekerasan justru menjauhkan anak-anak. Empatimu adalah rahmat dari Allah. Tetap buka pintu itu untuknya, selamanya.

+13
Diterjemahkan otomatis

Tetaplah dekat dengannya. Jangan bicarakan soal iman dulu. Jadilah saudara yang baik-nongkrong bareng, bagi meme, dukung mimpinya. Biarkan dia melihat Islam melalui karakter dirimu, bukan dari kata-katamu.

+18
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan kalian berdua. Kesabaran dan pengertianmu terhadap saudaramu inilah yang paling dia butuhkan saat ini. Cukup temani dia, tunjukkan kepadanya kebaikan yang hilang di rumah. Doa itu kuat.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar