Lagi capek mental banget sekarang - butuh tempat buat cerita.
Assalamu alaikum, aku cuma perlu mengeluarkan apa yang ada di hati. Aku merasa benar-benar tersesat dan terbebani saat ini. Aku berasal dari keluarga Muslim kelas menengah ke bawah. Ayahku hampir berusia 60 tahun dan dia adalah satu-satunya pencari nafkah. Belakangan ini biaya les A-levelku meroket, dan setiap kali aku minta uang untuk kelas, aku merasa sangat bersalah karena tahu betapa sulitnya keadaan baginya. Sebagai konteks, kakakku sudah menikah sekitar setahun yang lalu. Pihak pengantin pria memaksa orang tuaku untuk mengadakan nikah dan walimah yang mewah, yang kami tidak mampu. Ayahku harus meminjam uang banyak untuk mewujudkannya dan sejak itu dia terjebak membayar utang tersebut. Dia bekerja keras sekali untuk melunasi utang-utang itu. Untuk memperburuk keadaan, kakakku punya suami yang memperlakukannya dengan buruk. Dia tinggal di luar negeri dan meninggalkannya di sini tanpa bantuan finansial. Kakakku bekerja dari jam sembilan sampai lima tetapi hampir tidak mendapatkan cukup uang untuk mendukung dirinya sendiri, dan meski begitu dia masih menuntut agar kakakku mengirim uang kepadanya dan ibunya setiap bulan. Karena itu, ayahku akhirnya menanggung banyak biaya kakakku juga. Keluarga kami pelan-pelan semakin terbebani oleh semua tekanan ini. Ibuku punya masalah jantung dan kekhawatiran terus-menerus tentang kakakku membuat kesehatannya semakin buruk. Ayahku selalu stres, jadi sering ada pertengkaran di rumah dan suasananya selalu berat. Aku tidak diizinkan keluar bekerja, jadi aku tidak punya cara untuk membantu secara finansial. Aku merasa terjebak, tidak berdaya, dan sangat bersalah bahkan hanya untuk membutuhkan uang untuk studiku. Rasanya seperti satu masalah datang setelah masalah lainnya tanpa henti. Aku cuma perlu curhat. JazakAllah khair sudah membaca jika kamu sampai sejauh ini.