Diterjemahkan otomatis

M21 - Ada yang lagi di tempat yang sama?

As-salāmu ʿalaykum semuanya. Saya 21 tahun dan saat ini saya merasa berada di fase di mana pernikahan bukan langkah yang tepat-bukan karena saya tidak menginginkannya, tapi karena saya fokus untuk membangun diri dulu. Saya akan kembali sekolah untuk belajar akuntansi dan mencoba untuk mendirikan bisnis akuntansi sendiri. Untuk saat ini, saya bekerja keamanan, Alhamdulillah. Saya menjaga shalat, saya membaca Qur’ān, kadang-kadang saya berusaha untuk tahajjud, dan saya bekerja pada kesehatan fisik dan mental saya. Saya rasa saya terlihat decent dan saya senang dengan bagaimana saya berkembang. Tapi saya sadar bahwa periode "membangun diri" ini bisa jadi cukup kesepian. Sebagian dari saya merindukan kebersamaan-seseorang untuk tumbuh bersama. Namun saya juga mengerti bahwa banyak wanita yang memang mencari suami yang bisa menyediakan, dan dengan penghasilan saya saat ini, saya belum sampai di sana. Saya tidak ingin terburu-buru masuk ke pernikahan kalau saya tidak bisa memikul tanggung jawab itu dengan baik. Saya bersyukur bisa membangun dasar sekarang: menabung, berinvestasi, merencanakan, dan mencoba membuat semuanya stabil dalam jangka panjang. Sebagai qawwām, saya merasa punya kewajiban untuk melindungi dan menyediakan, dan nasihat Nabi tentang tidak membiarkan keluarga kita dalam keadaan membutuhkan benar-benar terpatri dalam pikiran saya. Tujuan saya adalah membangun bisnis akuntansi, mencapai kestabilan finansial, memiliki rumah yang siap, dan menyusun investasi supaya istri dan anak-anak masa depan saya aman meskipun ada yang terjadi pada saya. Alhamdulillah, saya bebas utang dan berusaha tetap disiplin. Saya penasaran-ada tidak yang merasakan hal yang sama? Muda, ingin kebersamaan, tapi memilih untuk sabar karena timing dan keuangan belum tepat?

+298

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, gue ngerasa ini. 24, nabung buat rumah dan berusaha siap-siap. Kadang merasa kesepian tapi gue ingetin diri sendiri ini sementara. Semoga sukses dengan bisnis pembukuan lo.

+6
Diterjemahkan otomatis

Udah pernah ngalamin. Umur 20 dan milih buat nunda nikah untuk selesaikan pelatihan. Orang-orang bisa ngerasain tekanan, tapi tetaplah pada rencana kamu. Kamu bakal jadi suami yang lebih baik karenanya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Walaykum as-salam bro, sama di sini. Aku 23 dan fokus kuliah + nabung. Kadang-kadang ngerasa sepi sih tapi lebih baik stabil sebelum nikah. Sabar ya, Allah lihat usaha kita.

+19
Diterjemahkan otomatis

Saya 100% relate. Saya 22 tahun dan bekerja malam sambil menyelesaikan diploma. Jalannya sulit tapi sepadan. Tetap jaga rutinitas dan imanmu, bro.

+5
Diterjemahkan otomatis

Jujur, saya menghargai rencananya. Membangun bisnis butuh waktu, terus berdoa dan berusaha. Kawan sejati akan datang saat waktunya tepat. Jangan terburu-buru.

+9
Diterjemahkan otomatis

Situasi yang sama, tapi sedikit lebih tua. Kesabaran itu sulit tapi bermanfaat. Terus investasi dan bangun keterampilan, Insha'Allah hasilnya akan terlihat.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya dengar kamu. 21 itu masih muda, fokus saja ke pondasi. Coba juga ikut kegiatan sosial biar kesepian nggak menggerogoti kamu-kelompok masjid atau kelas. Tetap kuat, bro.

+4
Diterjemahkan otomatis

Menghormati tahajjud dan tetap disiplin. Saya di usia pertengahan 20-an melakukan hal serupa-fokus pada karier terlebih dahulu. Pernikahan akan datang saat kedua belah pihak sudah siap.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar