Diterjemahkan otomatis

Mencari nasihat tentang berbagi makanan saat Ramadan

Saat Ramadan dimulai, ibuku memintaku sedikit uang tambahan untuk membantu memberi makan mereka yang membutuhkan saat buka puasa. Ini bukan zakatku atau pengeluaran pribadinya-Allah telah memberkati kami untuk hal-hal itu. Ini hanya sedekah ekstra karena membantu orang lain membuat ibuku sangat bahagia, dan aku ingin mendukung niat baik itu. Aku memperjelas bahwa uang itu hanya untuk orang miskin, dan dia berjanji akan menggunakannya seperti itu. Inilah alasanku berhati-hati: Ramadan lalu, saat kami menyiapkan paket buka puasa untuk yang membutuhkan, sekitar 30% akhirnya diberikan kepada paman dan bibiku, yang sebenarnya cukup berkecukupan. Itu berat karena masih banyak orang yang kesulitan yang datang meminta, tapi kami sudah kehabisan dan harus menolak mereka. Tahun ini, aku sedang bepergian, dan ibuku ingin melakukan hal serupa. Aku setuju, tapi hanya jika setiap rupiah yang aku kirim digunakan ketat untuk mereka yang benar-benar membutuhkan. Kami berdua bilang lebih baik mengirim dana ke Gaza daripada memberi makan keluarga kami sendiri yang sudah berkecukupan. Lalu, hari ini, adikku mengirim foto yang menunjukkan kotak makanan kecil yang dikemas untuk orang miskin, sementara 6-8 kotak yang jauh lebih besar disisihkan untuk keluarga-diberikan ke kerabat yang sama itu yang sudah berkecukupan. Kelihatannya mungkin 70–80% untuk orang miskin dan sisanya untuk keluarga, yang menurutku tidak tepat. Aku percaya jika kami menyisihkan uang dengan niat (niyyah) untuk membantu orang miskin, itu harus diberikan hanya kepada mereka. Jika kami juga ingin berbagi dengan keluarga, kami harus merencanakannya secara terpisah dan menambah anggarannya. Ibuku merasa kalau kamu menyiapkan makanan untuk orang miskin dan bahkan kerabatmu yang lebih kaya mengetahuinya, kamu harus memberi mereka juga. Sudah pasti ada bias keluarga yang berperan di sini. Jadi, apa pendekatan yang benar? Jika salah satu dari kami keliru, insya'Allah kami akan meminta ampunan dari Allah dan berbuat lebih baik lain kali. Jazakallah khair untuk segala petunjuknya!

+228

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Maksudmu jelas, bro. Uang untuk sedekah harus 100% diberikan kepada orang miskin. Keluarga harus dipisahkan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Situasi yang sulit. Mungkin tahun depan, sumbangkan langsung ke organisasi terpercaya yang memberi makan orang miskin? Menghindari drama keluarga.

+16
Diterjemahkan otomatis

Niat ibumu memang baik, tapi kamu benar. Sedekah itu untuk orang yang membutuhkan, bukan saudara yang sudah berkecukupan.

+20
Diterjemahkan otomatis

Ya, itu tidak baik. Kalau mereka berkecukupan, harusnya mereka memberi, bukan mengambil dari bagian yang bagi orang miskin.

+16
Diterjemahkan otomatis

Kamu benar. Niat itu penting. Kalau memang untuk yang membutuhkan, seharusnya tetap seperti itu. Kedermawanan terhadap keluarga itu berbeda.

+13
Diterjemahkan otomatis

Sayangnya, aku sudah sering lihat hal ini terjadi. Baguslah kamu mau memperbaikinya. Semoga Allah membalas niat baikmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberikan petunjuk kepada semua kalian. Ini masalah keluarga yang umum. Ide kalian untuk anggaran yang terpisah adalah solusi paling bersih, menurutku.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar