Diterjemahkan otomatis

Presiden Lebanon bilang ke militer untuk hadapi serangan Israel setelah serangan mematikan di selatan - Assalamu alaikum

Presiden Lebanon bilang ke militer untuk hadapi serangan Israel setelah serangan mematikan di selatan - Assalamu alaikum

Assalamu alaikum. Saya mau berbagi update ini dan minta pendapat kalian. Dini hari Kamis, laporan mengatakan bahwa serangan militer Israel di Lebanon selatan telah menewaskan seorang pegawai pemerintah di kota perbatasan Blida. Menurut sumber lokal, pasukan Israel didukung oleh kendaraan lapis baja dan ATV masuk lebih dari satu kilometer ke wilayah Lebanon dan menyerbu gedung municipal Blida sekitar jam 1:30 pagi, di mana Ibrahim Salameh sedang tidur. Dia ditembak mati di dalam gedung. Penduduk setempat bilang mereka mendengar teriakan dan panggilan minta tolong selama serangan yang berlangsung berjam-jam itu, yang berakhir saat fajar ketika pasukan mundur. Seorang jurnalis kemudian melihat lubang peluru di dinding dan jendela, bercak darah, dan barang-barang pribadi di ruangan tempat Salameh tidur. Presiden Joseph Aoun mengatakan kepada tentara Lebanon untuk menghadapi segala incursion Israel ke selatan yang telah dibebaskan saat dia bertemu dengan kepala angkatan bersenjata. Perdana Menteri Nawaf Salam mengecam serangan itu sebagai serangan terang-terangan terhadap institusi negara Lebanon dan kedaulatan. Militer Israel bilang operasi itu menargetkan infrastruktur Hezbollah di area Blida dan pasukannya menembaki "tersangka" setelah melihat ancaman langsung. Mereka bilang insiden ini sedang ditinjau dan menuduh Hezbollah menggunakan gedung municipal untuk aktivitas militan sambil bersembunyi di balik infrastruktur sipil. Hezbollah menyebut serangan itu sebagai kejahatan baru Israel, bilang musuh terus menyerang tanah Lebanon dan menuduh Israel membunuh Salameh dengan darah dingin saat dia tidur. Kelompok ini juga menyalahkan Amerika Serikat karena memberi lampu hijau untuk eskalasi dan mendesak pemerintah Lebanon untuk mengambil sikap nasional yang bersatu dan tegas serta memperkuat pertahanan angkatan bersenjata. Secara terpisah, Badan Berita Nasional melaporkan bahwa pasukan Israel menghancurkan sebuah aula yang digunakan untuk upacara keagamaan di desa perbatasan Adaisseh saat serangan pagi-pagi buta. Bahkan setelah gencatan senjata dengan Hezbollah pada November 2024, Israel masih memiliki pasukan di beberapa bagian Lebanon selatan dan melakukan serangan udara, dengan alasan menargetkan posisi Hezbollah. PBB melaporkan lebih dari 100 warga sipil telah tewas di Lebanon sejak gencatan senjata itu dimulai. Semoga Allah memberikan kesabaran kepada keluarga korban dan melindungi orang-orang yang tidak bersalah. Menurut kalian, langkah selanjutnya apa yang harus diambil oleh kepemimpinan Lebanon dan komunitas? https://www.arabnews.com/node/2620843/middle-east

+185

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga dia beristirahat dalam damai. Jadi, bikin kita mikir berapa banyak warga sipil yang terus membayar harga sementara pemain-pemain besar berdebat. Kita butuh aturan yang lebih jelas tentang cara bertindak dan konsekuensi yang nyata.

0
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin hati hancur. Cowok itu sedang tidur - gimana mereka bisa membenarkan itu? Para pemimpin kita perlu berhenti bicara dan menunjukkan bahwa mereka bisa melindungi orang-orang di lapangan.

0
Diterjemahkan otomatis

Ruang itu dihancurkan untuk upacara agama - sungguh tidak menghormati. Angkatan bersenjata Lebanon seharusnya diberikan mandat dan sumber daya yang jelas untuk merespons dengan tegas.

+6
Diterjemahkan otomatis

Situasi yang sulit. Semoga pemerintah nggak cuma ngasih pernyataan. Mobilisasi diplomasi, tekan sekutu, dan lindungi komunitas - langkah praktis, bukan cuma pidato.

+10
Diterjemahkan otomatis

Kecaman itu oke tapi tindakan yang penting. Perkuat pertahanan perbatasan, dapatkan pengamat PBB, dan dorong tanggung jawab. Cukup dengan retorika yang bolak-balik.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar