Diterjemahkan otomatis

Belajar untuk Melepaskan dengan Iman, alhamdulillah

Assalāmu ʿalaykum - Baru-baru ini saya bertemu seorang wanita yang bukan Muslim, tapi dia sangat ceria dan selalu tersenyum. Dia membawa energi hangat kemana pun dia pergi dan secara alami suka mengusap-usap dengan cara yang ramah - menggenggam lengan kita saat tertawa, menepuk bahu kita saat berbicara, berdiri dekat saat ngobrol. Nggak ada yang tidak pantas, itu cuma caranya. Ketika kamu nggak dapet perhatian kayak gitu, terutama sebagai seorang pria yang tumbuh merasa tak terlihat, rasanya beda. Saya nggak tumbuh dalam komunitas Muslim. Nggak ada kumpulan masjid, kelas Qur'ān, atau saudara-saudara yang bisa saya ajak bicara mengenai hal-hal begini. Kebanyakan teman-teman saya non-Muslim dan sangat menghormati, tapi saya sering merasa sendirian dalam dīn saya. Keluarga saya menyayangi saya, alhamdulillāh, tapi saya merasa seperti membawa Islam saya sendiri. Jadi, saat ada orang seperti dia datang dalam hidup saya - seseorang yang memperhatikan saya, tertawa dengan lelucon saya, tampak mengerti tanpa saya banyak bicara - saya jadi Terikat. Kami berbagi momen-momen kecil yang terasa besar buat saya. Saya tidak pernah melanggar batasan Islam atau mengaku apa pun, tapi di dalam hati saya berharap mungkin ada sesuatu di antara kami. Sekarang, setelah melihat dengan lebih jelas, saya rasa itu cuma cara dia berinteraksi dengan semua orang - ramah, hangat, dan terbuka. Saya merasa malu, seperti saya membayangkan sendiri dan jadi satu-satunya yang mengembangkan perasaan ini. Apa yang menyakitkan adalah saya seharusnya tahu lebih baik. Saya tahu ini nggak bisa jadi sesuatu yang ḥalāl atau dasar untuk masa depan Islam. Tapi tetap aja, hati saya ingin terhubung - untuk dilihat dan dihargai - dan kerentanan itu menghantam keras. Jadi ya, saya merasa sedikit bodoh. Bukan karena saya mencintainya - saya bahkan nggak menyebutnya cinta - tapi karena saya peduli, saya berharap, dan saya ingin seseorang berkata, “Saya melihatmu. Kamu sudah cukup.” Sekarang saya mencoba untuk move on. Beberapa pagi ada rasa sakit yang berat di dada saya yang nggak bisa saya jelaskan. Saya terus berdoa dan meminta kepada Allāh supaya membebaskan saya dari keterikatan ini, membantu saya untuk melepaskan, dan membawa seseorang yang tepat untuk saya - pasangan Muslim, yang cantik dalam dīn dan karakter, seseorang untuk tertawa, berpuasa, dan tumbuh bersama. Saya nggak mau lagi mengejar ilusi. Saya ingin sesuatu yang nyata, ḥalāl, dan menyembuhkan.

+303

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, ini bener-bener terasa. Merasa diperhatikan itu penting banget. Teruslah berdoa dan jaga hatimu - semuanya akan terasa lebih ringan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya merasa sama setelah seorang rekan kerja yang ramah. Yang membantu: membatasi kontak dan mengisi waktu dengan saudara-saudara di masjid. Langkah-langkah kecil.

+15
Diterjemahkan otomatis

Ini ngehancurin pagiku. Ingat, hal-hal emosional itu gak selalu logis. Teruslah shalat dan cari teman yang baik.

+4
Diterjemahkan otomatis

Nggak ada yang bodoh soal pengen diperhatiin. Cuma, baik-baik lah sama diri sendiri, bro. Allah liat tuh ketulusan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Kamu udah ngelakuin yang bener dengan ngakuin batasan dan milih tujuan yang halal. Itu dewasa, bukan bodoh. Tetap sabar.

+6
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue bisa ngerti. Butuh beberapa bulan buat berhenti ng replay momen-momen kecil. Terapi + duʿā bantu banget. Lo bakal sembuh, percayalah prosesnya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan benar: merasa diperhatikan itu sangat kuat. Terus berdoa dan sibukkan diri dengan perbuatan baik. Waktu akan melembutkan segalanya, in shāʾ Allāh.

+4
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue udah ngalamin itu. Rasanya sakit banget, tapi duʿā dan waktu bisa bantu. Tetap tenang, kamu pasti bakal nemuin orang yang tepat in shāʾ Allāh.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bro, peluk. Nggak apa-apa merasa canggung, tapi jangan menghukum diri sendiri. Kita semua belajar buat menjaga hati. duʿā itu ampuh.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar