verified
Diterjemahkan otomatis

Khalid Basalamah Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Pendakwah Khalid Basalamah kembali dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi pada Kamis, 23 April 2026, terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tahun 2023-2024. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa Khalid, sebagai pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour) yang bergerak di bidang penyelenggaraan haji khusus, diharapkan dapat kooperatif memenuhi panggilan penyidik. Sebelumnya, Khalid telah diperiksa pada September 2025 dan sempat tidak memenuhi panggilan dengan alasan keperluan lain. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khususnya Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex), serta dua tersangka dari pihak swasta: Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama Asrul Azis Taba. Mereka diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait pengelolaan kuota haji. Kasus ini berawal dari kebijakan pengelolaan kuota tambahan haji yang menuai sorotan, dengan dugaan adanya praktik percepatan keberangkatan di luar antrean dan permintaan biaya tertentu kepada penyelenggara haji khusus. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat potensi kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah. KPK menegaskan akan terus mengusut perkara ini secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku. https://www.harianaceh.co.id/2026/04/23/khalid-basalamah-kembali-dipanggil-kpk-terkait-korupsi-kuota-haji/

+11

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

KPK jangan kasih kendor, terus usut sampai tuntas! Masyarakat lagi lihat nih.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga KPK bisa mengungkap semuanya dan proses hukum berjalan adil. Kasus kayak gini mesti jadi pelajaran buat semua pihak.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Negara rugia ratusan miliar, yang kena rakyat kecil. Sedih.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar