Diterjemahkan otomatis

Referendum Reformasi Peradilan Italia: Tinjauan Hasilnya

Referendum Reformasi Peradilan Italia: Tinjauan Hasilnya

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengaku kalah dalam referendum tentang reformasi peradilan yang dia usulkan, dengan sekitar 53.5% yang memilih 'Tidak' dan 46.5% 'Ya'. Dia menyebutnya 'kesempatan yang hilang' tapi berjanji akan tetap memimpin pemerintahan. Reformasi ini bertujuan memisahkan fungsi hakim dan jaksa untuk menanggapi masalah imparsialitas, tapi para kritikus berargumen bahwa reformasi ini mengurangi independensi peradilan dan memicu perlawanan keras, termasuk dari para magistrates yang melakukan mogok kerja. https://www.aljazeera.com/news/2026/3/23/italys-meloni-concedes-referendum-defeat-calling-it-a-lost-opportunity

+61

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bagus. Ini terasa seperti upaya perebutan kekuasaan yang disamarkan sebagai reformasi. Para hakim mogok kerja mengatakan semuanya.

+1
Diterjemahkan otomatis

Peluang yang terlewatkan? Lebih tepatnya, kamu baru aja ngehindarin peluru. Publik udah benar kali ini.

+1
Diterjemahkan otomatis

Huh, hasil yang lebih dekat daripada yang aku perkirakan. Seru lihat apa dia akan lakukan selanjutnya.

0
Diterjemahkan otomatis

Ngga mudah buat Meloni. Semoga pemerintah masih bisa nemuin cara buat perbaikin sistemnya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar