Israel Serang Beirut untuk Pertama Kali, Gencatan Senjata dengan Lebanon Dipertanyakan?
Militer Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata 16 April lalu, menyerang ibu kota Beirut pada Rabu (6/5/2026). Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan menargetkan seorang komandan pasukan elite kelompok Hizbullah, Radwan, yang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel mengumumkan serangan ini dalam pernyataan bersama, setelah sebelumnya menyerukan pengungsian penduduk di beberapa desa utara Sungai Litani.
Serangan ini terjadi meski gencatan senjata Lebanon yang mendukung kesepakatan AS-Iran lebih luas masih berlaku, dengan penghentian serangan Israel di Lebanon sebagai tuntutan utama Iran. Pasukan Israel tetap mempertahankan posisi di selatan Sungai Litani dan melanjutkan serangan di Lebanon selatan. Hizbullah merespons dengan tembakan dan peluncuran drone bersenjata ke arah tentara Israel di Lebanon.
Sementara itu, perundingan antara Israel dan Lebanon terus berlanjut di tingkat duta besar di Amerika Serikat. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan masih terlalu dini untuk membicarakan pertemuan tingkat tinggi dengan Israel, menekankan bahwa penguatan gencatan senjata akan menjadi dasar negosiasi baru di Washington DC. AS telah menjadi tuan rumah dua pertemuan antara duta besar kedua negara, meski Hizbullah tidak mengakui kontak tersebut.
https://www.gelora.co/2026/05/