Pekerja Islam di Pengepungan Peking - Sebuah Bab yang Terlupakan, assalamu alaikum
Assalamu alaikum. Saya menemukan topik yang sepertinya terlewatkan dalam sejarah Muslim maupun sejarah umum: peran Muslim Tionghoa selama Pengepungan Peking pada tahun 1900. Meskipun mereka tidak berhasil, pengorbanan mereka layak untuk diakui. Sedikit latar belakang: gerakan Boxer menguasai Peking selama sekitar 55 hari pada tahun 1900, dengan klaim menentang pengaruh asing yang semakin besar. Mereka didukung oleh sebagian dari dinasti Qing, yang memerintah Tiongkok hingga 1912. Akhirnya, pasukan bantuan internasional mencapai kawasan legasi untuk menyelamatkan diplomat, warga sipil, dan Kristen Tionghoa, dan kemudian pengadilan Qing harus menerima syarat yang lebih keras yang memperluas kontrol asing. Siapa yang terlibat (versi singkat): berbagai kekuatan asing membentuk pasukan bantuan, dan di sisi Tiongkok, para Boxer dan elemen militer Qing turut ambil bagian. Di antara pasukan Qing ada beberapa komandan dan unit Muslim. Gansu Braves: - Gansu Braves adalah sekitar 10.000 tentara Muslim Tionghoa dari provinsi Gansu, setia kepada Qing. Dipimpin oleh Jenderal Dong Fuxiang, mereka menjadi bagian dari Korps Wuwei dan ditugaskan untuk mempertahankan Peking. - Laporan terkini mengatakan bahwa pasukan Muslim ini sangat gigih dalam melawan kekuatan asing dan seringkali lebih agresif dalam pengepungan dibandingkan beberapa unit Qing lainnya. - Mereka membantu menghentikan ekspedisi multinasional awal (Ekspedisi Seymour) yang mencoba mencapai legasi pada bulan Juni 1900, dan selama pengepungan (20 Juni–14 Agustus 1900) mereka melancarkan serangan berat ke kawasan legasi. - Perlawanan mereka cukup mencolok sehingga ada laporan tentang permohonan kepada pemerintah Ottoman untuk membantu, meskipun pemberontakan itu berakhir sebelum ada intervensi semacam itu. - Dalam pertempuran terakhir di Gerbang Zhengyang, banyak dari mereka bertempur dengan berani; Jenderal Ma Fulu dan beberapa kerabat serta sekitar seratus tentara Muslim Hui dan Dongxiang tewas dalam serangan melawan pasukan bantuan. - Ada juga insiden kekerasan yang melibatkan beberapa pasukan ini dan diplomat atau penduduk asing, yang membantu memperburuk konflik - contohnya pembunuhan seorang diplomat Jerman pada 20 Juni 1900. Di sisi lain, situasinya kompleks: sementara beberapa Muslim Hui berjuang melawan orang asing bersama pasukan Qing, komunitas Muslim lainnya menderita dari para Boxer dan melindungi orang Kristen. Mengapa ini penting: episode ini menunjukkan bahwa Muslim dari Tiongkok memainkan peran yang signifikan, walaupun rumit, dalam krisis internasional besar. Kesetiaan mereka kepada Qing, keberanian mereka dalam pertempuran, dan tragedi yang mereka alami layak diingat dalam memori sejarah Muslim. Salam dan semoga Allah memberi pahala kepada mereka yang berkorban; saya sangat ingin mendengar jika ada orang lain yang punya sumber atau cerita keluarga tentang tentara Muslim Tionghoa dari era itu.