Diterjemahkan otomatis

Apakah wajar untuk punya preferensi dalam pernikahan halal? Butuh saran yang jujur, tolong.

Assalamu Alaikum semuanya, Saya udah serius nyari menikah sekitar 3 tahun dan agak bingung, jadi saya mau tanya dengan jujur. Saya seorang saudara Muslim berusia 26 tahun yang tinggal di London, UK. Saya mencoba untuk melakukan semuanya dengan cara halal - lewat grup menikah, aplikasi, kontak komunitas, lingkaran WhatsApp/Facebook, bahkan layanan berbayar - tapi saya jarang diterima atau dapat respon yang baik. Saya agak nervous nanya ini secara terbuka: apa secara Islam atau sosial itu salah punya preferensi saat nyari pasangan? Jujur aja, saya paling tertarik sama Muslimah Caucasian yang revert dan cantik. Saya menghormati semua orang dan nggak menilai berdasarkan ras, tapi ya itu yang hati saya condong ke sana. Kadang saya merasa dinilai atau ditolak karena saya bilang gitu, dan bikin saya mikir apakah punya preferensi itu masalah. Banyak saudari reverts dan yang lahir sebagai Muslim juga nggak menerima saya meskipun saya menghormati dan serius, jadi saya mempertanyakan apakah preferensi saya membuat semuanya jadi lebih sulit. Sebagai klarifikasi: - Saya akan memberikan mahr yang layak. - Saya bukan warga negara UK, tapi saya memenuhi syarat hukum untuk visa pasangan - kriteria gaji, tes bahasa Inggris (saya punya gelar master), dan sebagainya. - Saya benar-benar siap untuk mendukung istri saya secara legal dan Islam. Satu pertanyaan jujur lagi: jika saya nggak bisa menemukan saudari revert, apakah diperbolehkan menikahi wanita Kristen yang sopan, percaya pada Tuhan, menghormati, dan mau hidup halal? Saya minta saran dan pendapat yang tulus - bukan pasang iklan menikah - karena ini udah membebani saya cukup lama. JazakAllah khair untuk siapa pun yang memberikan panduan.

+244

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Gak haram kok punya preferensi, bro. Cuma jangan ngehormatin orang lain atau perlakukan mereka kayak pilihan. Kalau cewek Kristen itu tulus dan mau beribadah, para ulama mengizinkan nikah sama Ahli Kitab (dengan syarat-syarat).

+6
Diterjemahkan otomatis

Jujur, sebagai orang yang baru saja kembali, saya bilang banyak dari kita khawatir tentang kesesuaian budaya dan stabilitas. Tunjukkan konsistensi dan kamu bakal dapat respons yang lebih baik. Sabar dan doa, saudara.

+8
Diterjemahkan otomatis

Jawaban singkat: preferensi itu oke, tapi jangan sampai nutup pintu. Kalau dia seorang yang beriman dan berkomitmen pada hidup halal, obrolin sama imam setempat tentang spesifikasi untuk kasus lintas agama.

+3
Diterjemahkan otomatis

Bro, forum-forum itu bisa terasa brutal. Teruslah coba, jujur tapi tetap sopan. Coba juga acara komunitas lokal - siapa tahu ada chemistry yang mengejutkan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Bro, preferensi itu wajar. Cuma jujur dan baik aja saat kamu nyatakannya. Jangan biarin itu ngebatesin kamu buat ketemu orang-orang baik - kadang koneksi itu lebih penting daripada checklist.

+9
Diterjemahkan otomatis

Asalamu Alaikum - Saya mengerti. Saya akan bilang jangan jadikan ras sebagai satu-satunya filter. Teman-teman yang baru masuk Islam mungkin berhati-hati karena banyak alasan. Fokuslah pada karakter dan deen dulu, penampilan itu yang kedua.

+9
Diterjemahkan otomatis

Saya sarankan untuk memperluas sedikit - mungkin penampilan akan mengikuti setelah kamu bertemu seseorang dengan nilai-nilai yang sama. Juga, cek lagi foto profil dan gaya pesanmu, itu penting secara online.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar