Apakah cuma saya, atau usaha untuk jadi "Muslim yang baik" itu rasanya kayak hidup di mode sulit? - butuh perspektif
As-salamu alaykum, semuanya. TL;DR: Laki-laki, skeptis tapi penasaran. Rasanya mencoba jadi “Muslim yang baik” itu lebih sulit daripada yang orang lain tampak jalani. Berjuang dengan aturan vs cuma menjalani hidup. Gimana cara kalian menghadapi rasa bersalah dan perasaan diuji tanpa merasa terjebak? Hey, aku laki-laki muda dari latar belakang Muslim India. Aku bicara kepada siapa saja yang merasa nggak sejalan dengan keluarga yang lebih tradisional karena pikiran dan pilihan mereka sedikit berbeda dari apa yang diterima komunitas. Akhir-akhir ini aku alami sedikit krisis identitas di pertengahan dua puluhan. Jujur, beberapa tahun terakhir aku hidup cukup tidak islami. Aku melihat dan menikmati bagian-bagian dunia, membuat pilihan untuk diriku sendiri, dan nggak stres tentang “aturan” yang dulu aku dengar waktu kecil. Tapi baru-baru ini aku mengalami momen nyata di mana aku nggak bisa lagi mengabaikan kepercayaanku-aku merasa perlu benar-benar mencoba memahami dan terhubung lagi. Jadi aku mencoba kembali, tapi semakin aku lihat aturannya, semakin berat rasanya. Ada nggak yang merasa kayak praktik Islam itu kayak main hidup di level paling sulit? Orang-orang di sekitar kita-yang nggak mengikuti agama atau mengikuti kepercayaan lain-sepertinya hidup dan menikmati diri mereka tanpa rasa bersalah yang sama. Kayak mereka bilang “jangan lakukan ini, jangan katakan itu,” dan semuanya bisa dianggap dosa, besar atau kecil. Dan untuk apa? Ujian? Aku berjuang dengan logika ini. Kalau kasih sayang dan cinta Allah sebesar yang kita katakan, kenapa kehendak bebas tampak bertentangan dengan batasan yang ditetapkan? Rasanya kita diberikan hasrat manusia yang kuat lalu diperingatkan bahwa bertindak atasnya-bahkan dengan cara yang terasa kecil dibandingkan dengan alam semesta yang luas-bisa berbuah konsekuensi besar. Kadang terasa nggak adil kalau kita harus mengatasi begitu banyak perjuangan internal dan eksternal hanya untuk jadi “baik” di mata Allah, sementara yang lain tampak lewat tanpa beban itu. Aku bertanya dari tempat skeptis tapi dengan keinginan tulus untuk percaya. Aku nggak bisa mematikan pikiran kritis. Aku tumbuh di rumah tradisional di mana jawaban default untuk setiap pertanyaan basically adalah “karena itu yang Islam katakan,” dan jawaban itu nggak memuaskan lagi buatku. Aku pengen menemukan cara buat jadi orang biasa, modern, sambil tetap tulus dalam kepercayaanku, tanpa merasa kayak terkurung dalam penjara spiritual. Aku benar-benar menghargai mendengar dari orang-orang yang merasakan ketegangan ini-menyeimbangkan ingin menikmati hidup, ingin baik dalam Islam dan menyenangkan Allah, dan juga bisa cocok dengan keluarga Muslim tradisional. Gimana kalian mengatasi rasa bersalah, aturan, dan perasaan diuji? Nasehat atau perspektif praktis yang membantu bakal sangat berarti.