verified
Diterjemahkan otomatis

Wakil Ketua DPR RI Tekankan Penataan Guru Honorer Harus Tuntas Sebelum Rekrutmen Baru

Wakil Ketua DPR RI Tekankan Penataan Guru Honorer Harus Tuntas Sebelum Rekrutmen Baru

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendorong pemerintah menyelesaikan penataan guru honorer sebelum membuka rekrutmen baru. Langkah ini penting agar kebutuhan guru nasional sesuai kondisi riil dan tidak menimbulkan masalah baru. Saat ini, pemerintah masih memetakan kebutuhan guru melalui inventarisasi jumlah sekolah, termasuk evaluasi penggabungan sekolah. Hasil pemetaan akan menjadi dasar penentuan jumlah guru yang dibutuhkan di seluruh Indonesia. Cucun menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelesaikan status guru honorer yang direkrut di daerah. Setelah kebutuhan guru dipastikan, pemerintah dapat menentukan mekanisme pengangkatan, baik melalui seleksi PPPK maupun skema lain. "Kita harus menjaga tata kelola ini, jangan sampai selesai satu masalah muncul lagi," ujarnya. Politisi PKB itu menjelaskan, setelah pemetaan selesai, seleksi akan dilakukan sehingga tidak ada lagi status honorer jika sudah sesuai kebutuhan. Hasil pemetaan juga akan menjadi dasar penyusunan anggaran dalam APBN 2027. "Kita menunggu keputusan sampai akhir Juli. Jika harus direkrut sekarang, anggarannya disiapkan di Kem PPKF untuk APBN 2027," pungkasnya. Sebelumnya, Ditjen GTK Kemendikdasmen membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Calon Guru 2026. Pendaftaran berlangsung 27 Juni hingga 25 Juli melalui laman resmi PPG. https://kabarbaik.co/wakil-ketua-dpr-ri-sebut-penataan-guru-honorer-harus-tuntas-sebelum-rekrutmen-baru/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Nah ini, pemetaan dulu baru rekrutmen. Jangan asal buka lowongan tapi yang honorer lama masih digantung nasibnya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga benar-benar tuntas, bukan cuma janji. Kasihan guru honorer udah puluhan tahun ngabdi, gaji kecil, status nggak jelas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kalau cuma nunggu keputusan akhir Juli doang sih gampang, eksekusinya yang sering molor. Guru honorer di daerah udah capek nunggu kepastian.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar