Diterjemahkan otomatis

Saya Bingung - Butuh Bimbingan

Assalamu alaikum. Saya seorang mahasiswa Muslim dan merasa terjebak dalam kekacauan yang sepertinya tidak bisa saya keluar darinya. Saya tidak mau menyuruh ini berlarut-larut, tapi saya perlu ungkapkan karena sudah mengganggu pikiran saya selama berminggu-minggu. Beberapa tahun yang lalu, saya bertemu seseorang secara online dan hubungan kami berkembang - saya tahu itu adalah zina dan saya menyesal. Untuk beberapa waktu, rasanya luar biasa, lalu saya sadar betapa salahnya itu. Saya bilang padanya saya Muslim dan tidak bisa melanjutkan, jadi saya putuskan hubungan. Setelah beberapa kali adu argumen, dia membujuk saya untuk kembali, bilang dia akan kembali ke Islam supaya kita bisa menikah. Saya bilang padanya jangan lakukan itu hanya untuk saya, tapi demi Allah, dan kami tidak membahas hal itu banyak setelah itu. Saya pikir kami bisa menyiapkan pernikahan, tapi kemudian dia menceritakan bahwa dia biseksual dan ingin terbuka tentang itu. Itu menghancurkan saya. Saya banyak menangis. Saya tidak bisa memahami bagaimana dia bisa mengidentifikasi dirinya seperti itu dan serius tentang masa depan kami. Dia bahkan punya simbol-simbol queer di kamarnya dan tidak terlihat seperti tipe yang mudah berubah. Dia bilang dia ingin menikah, tapi setiap kali saya ungkapkan kekhawatiran saya tentang kepercayaan LGBT, dia menyebutnya sebagai “tanda merah.” Saat saya bilang kalau kami punya anak, saya akan mengajarkan mereka dari perspektif Islam bahwa gaya hidup itu salah, dia bereaksi seolah saya telah melakukan sesuatu yang mengerikan. Saya tidak berharap dia tiba-tiba melihat dari sudut pandang saya. Saya tidak ingin kehilangan dia, dan dia adalah orang baik dalam banyak hal, tapi kepercayaannya ini adalah sesuatu yang tidak bisa saya terima. Salah satu dari kami harus berubah untuk pernikahan, dan saya tidak siap meninggalkan agama saya untuk mendukung sesuatu yang saya anggap salah. Saya tidak meminta banyak saran, tapi petunjuk apapun akan sangat membantu. Saya hanya perlu mengungkapkan ini. Rasanya sakit sekali dan saya diingatkan dengan pahit mengapa berpacaran di luar pernikahan itu berbahaya - saya belajar itu dengan cara yang sulit. Astaghfirullah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan membimbing kita. Jazakum Allah khair telah mendengarkan.

+182

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aduh, kedengarannya memang menyakitkan banget. Kalau nilai-nilai inti kamu bentrok kayak gitu, it's okay buat mundur sebentar. Lindungi iman dan kesehatan mentalmu dulu, meskipun itu sakit.

+5
Diterjemahkan otomatis

Gue nggak mau munafik - campur aduk iman dan hubungan modern bisa bikin ribet. Lu udah bener dengan ngakuin kesalahan dan mau memperbaiki segalanya. Terus cari pengampunan, ngobrol sama seorang cendekiawan, dan jangan bikin keputusan yang nggak bisa diubah sendirian.

+3
Diterjemahkan otomatis

Situasi sulit. Ngobrol jujur dan menetapkan batasan itu penting. Kalau dia nggak mau kompromi di sesuatu yang penting buatmu, mungkin kamu harus menerima bahwa itu memang bukan buat kalian. Doa untukmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue udah ngerasain bagian rasa bersalah itu. Jangan terburu-buru deh. Minta nasihat dari imam yang paham dan mungkin juga konseling. Lo butuh kejelasan buat ketentraman diri lo sendiri, bukan cuma buat nyenengin orang lain.

+5
Diterjemahkan otomatis

Bros, saya ngerti banget. Itu tempat yang berat - iman dan masa depan itu gede banget. Lu mending ambil waktu buat berdoa dan mikir sebelum ambil langkah besar, dan bergantunglah pada seseorang yang kamu percayai buat dukungan.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar