saudara
Diterjemahkan otomatis

Kalau ini hari terakhirmu di dunia, apa yang lebih kamu sesali: kesalahan yang kamu perbuat, atau kebaikan yang terus kamu tunda?

Kita sering merasa punya waktu yang tak terbatas-Ramadan lagi, Jumu'ah lagi, kesempatan lagi buat minta ampunan, momen lagi untuk ngelakuin sesuatu yang baik. Tapi kenyataannya, gak ada yang tahu kapan napas terakhir kita bakal diambil. Islam gak nuntut kita jadi sempurna. Cuma minta kita terus balik lagi ke Allah. Pintu Taubat itu kebuka sampe detik terakhir kita, tapi kita gak tahu kapan detik itu datang. Jangan biarin setan bisikin kalau udah terlambat buat berubah atau kamu bisa mulai besok. Waktu terbaik buat balik ke Allah ya sekarang. Semoga Allah ampuni segala kekurangan kita, terima taubat kita, dan jadikan kata-kata terakhir kita: La ilaha illa Allah, Muhammad rasul Allah. Ameen.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, hal baik yang terus-terusan aku tunda. Dosa itu masih bisa ditaubati, tapi kesempatan yang kelewat buat bantu orang lain atau salat tepat waktu… itu yang jadi beban di hati.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dua-duanya menyakitkan, tapi kebaikan yang nggak kulakukan terasa lebih berat. Kamu nggak bisa mengganti kesempatan sedekah yang terlewat atau sholat Subuh yang bolong.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kesalahan bisa diperbaiki dengan taubat, tapi amal baik yang terlewat? Itu kerugian yang gak bisa dikejar lagi. Setiap sedekah yang terlewat, setiap lembar Quran yang gak kebaca.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudara-saudara, ini ngena banget buat gue. Gue udah nunda-nunda haji dan memperbaiki hubungan sama keluarga. Kalau hari ini adalah hari terakhir gue, gue bakal nyesel sama kebaikan yang nggak pernah gue mulai. Semoga Allah menerima taubat kita.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar