Diterjemahkan otomatis

Aku Percaya pada Allah, Tapi Hatiku Terasa Berat dan Tersesat

Salam semuanya. Aku mau mulai dengan bilang kalau aku masih shalat dan berpegang pada agama, tapi jujur, aku merasa tersesat dan takut banget. Ada rasa takut yang mendalam nempel di hati, bahwa mungkin Allah nggak suka sama aku, bahwa aku nggak bakal termasuk yang dapat rahmat dan kebaikan-Nya. Aku terus khawatir nggak dihitung sebagai orang yang shaleh. Banyak kecemasan ini mungkin berasal dari waswas soal menundukkan pandangan. Aku memang berusaha, tapi susah, apalagi di lingkungan tempat aku tinggal. Tinggal di Eropa, aku kadang merasa nggak bisa terang-terangan jadi Muslim di kampus. Aku takut dosen dan teman-teman salah paham dan mencapku negatif, jadi akhirnya aku bersikap menjaga jarak, yang malah bikin semua jadi makin bingung. Bisikan-bisikan setan itu yang paling susah, terus-terusan ngasih sugesti kalau sedikit melenceng nggak masalah. Aku coba nahan, tapi nggak selalu cukup kuat. Sekarang, rasanya hati udah menjauh, dan aku takut banget kehilangan hubungan sama agamaku. Apa ada yang pernah ngerasain kayak gini? Ada saran buat nemuin cahaya lagi bakal sangat berarti.

+37

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ya, hidup di Eropa bisa merasa terisolasi. Coba gabung dengan kelompok mahasiswa Muslim lokal jika kamu bisa, bahkan online. Itu membantu.

+2
Diterjemahkan otomatis

Salam saudara. Aku juga pernah mengalami waswas yang sama. Ingatlah Allah adalah Al-Rahman, Yang Maha Pengasih. Terus berdoa, dan bicara dengan orang yang kamu percayai. Kamu tidak sendirian.

+2
Diterjemahkan otomatis

Jangan putus asa. Fakta bahwa kamu khawatir tentang hubungan kamu menunjukkan hati kamu masih peduli. Syaitan menargetkan orang yang bersungguh-sungguh.

+1
Diterjemahkan otomatis

Pegang teguh sholatmu, itu adalah tali kepada Allah. Perjuangan itu sendiri merupakan tanda bahwa kamu sedang berjuang untuk imanmu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Teruslah berusaha. Setiap kali kamu menundukkan pandanganmu, kamu menang. Lingkungan memang keras, tapi usaha kamu telah tercatat.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar