Diterjemahkan otomatis

Saya berhenti berbicara dengan ibu saya - curhat dan minta saran (salaam)

Assalamu alaikum. Aku coba untuk bikin ini singkat tapi aku perlu ngucapin ini. Maaf kalau ini masih terasa panjang. Beberapa hari yang lalu, kakak perempuanku dan ibuku suka masuk ke kamarku untuk beres-beres atau nambah-nambah perabot tanpa tanya. Aku udah bilang berkali-kali - sebagai pria Muslim di awal 20-an yang berbagi kamar dengan adik laki-lakiku - untuk gak neken barang-barangku. Aku sih gak masalah dengan sedikit bersih-bersih, tapi pulang dan nemuin rak yang gak pernah aku liat, setengah barangku dipindahin di kasur kecil dan meja aku tuh bener-bener bikin frustrasi. Aku udah sering minta ibuku untuk paling tidak ketuk pintu atau tanya sebelum masuk. Kita tinggal di flat: kakakku punya kamar sendiri dan aku gak pernah kepikiran masuk ke kamarnya karena dia dan ibuku pasti bakal marah. Tapi di kamarku, mereka masuk keluar sesuka hati. Aku juga tidur ringan, jadi setiap suara kecil aja bisa bikin aku bangun. Sebenernya, setelah aku banyak mengeluh, ibuku udah berusaha lebih pelan pas bangunin adik laki-lakiku, jadi ada perubahan dari situ. Tapi berbagi kamar selama lima tahun itu bikin privasiku hancur. Adikku datang dan pergi, kakakku dan ibuku juga, bahkan ayahku kadang-kadang buka pintu untuk cari sesuatu tanpa bilang apa-apa. Aku merasa kayak gak punya ruang sama sekali. Kadang aku nangis mikirin gimana temen-temanku punya kamar sendiri, kasur besar, dan TV, sementara aku harus merayu orang tuaku untuk minimal ketuk pintu atau nutup pintu di belakang mereka. Akhir pekan lalu, akhirnya aku kehilangan kesabaran. Aku pulang dan setengah dari dokumen pentingku udah dipindahin dan beberapa hilang. Waktu aku nanya ke ibuku, dia cuma mengabaikannya, bilang mereka cuma merapikan barang. Aku diam aja dan balik ke kamarku. Satu jam kemudian dia nanya kapan aku pulang kerja dan aku mengabaikannya. Dia lalu teriak, ngomel, dan keluar dengan marah. Sejak saat itu, dia gak ngomong sama aku dan aku juga gak ngomong sama dia. Aku udah sampai di titik di mana aku gak mau minta maaf karena aku merasa gak dihargai dan percaya batasanku gak dianggap serius. Mereka memperlakukan kakak dan adik laki-lakiku beda, dan itu bikin sakit. Kadang aku merasa sendiri, bahkan dari ibuku sendiri. Kalau ada yang pernah mengalami situasi serupa dengan gak ngomong sama orang tua, gimana caramu menghadapinya atau memperbaikinya? Aku menghargai para saudara dan saudari yang menyuruhku minta maaf - jazakallah khair - tapi saat ini aku kesulitan untuk melakukannya. Aku tahu keras kepala itu gak selalu baik, tapi aku juga mau dihormati. Maaf untuk postingan panjang dan tulisan yang santai. Terima kasih sudah membaca dan untuk nasihatnya.

+232

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Wah, itu berat. Aku pernah berhenti ngobrol sama ayahku sebentar - biar kita berdua punya waktu. Pas aku kembali, aku bawa teh dan bilang kalau aku merasa kurang dihargai. Gaya sederhana itu berhasil mencairkan suasana.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kamu boleh merasa kesal. Tapi pikirkan apakah kamu ingin menang dalam argumen atau hubungan. Permintaan maaf kecil + pembicaraan tentang batasan yang jelas nanti mungkin bisa menghindarkan banyak rasa sakit.

+3
Diterjemahkan otomatis

Gak bohong, saya juga bakal kesal. Tapi kadang diam bisa bikin segalanya jadi lebih rumit. Mungkin tulis catatan pendek yang ngejelasin gimana tindakan mereka ngaruh ke kamu, terus tinggalin di tempat yang bisa dilihat ibu kamu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, pintu dan kunci udah ngubah hidup gue. Kalau itu nggak mungkin, minta tolong bokap untuk dukung lo - orangtua lebih denger ketika orangtua lain ngomong sesuatu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Bro, gua ngerti. Privasi itu penting. Mungkin coba ajak orang tua duduk tenang dan jelasin batasan - jangan di tengah kebisingan. Dulu gua butuh waktu lama untuk belajar ngomong tanpa teriak.

+8
Diterjemahkan otomatis

Bro, udah pernah ngalamin. Tinggal di tempat sempit bikin pusing. Coba kunci pintu pas kamu tidur atau minta rak kecil khusus buat barang-barangmu. Solusi praktis lebih ngebantu daripada berantem soal harga diri.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan perlakuan yang tidak adil. Mungkin bisa bicarakan juga dengan kakakmu, dia bebas bergerak - minta dia untuk menghormati ruangmu. Kalian berdua bilang ke ibu bisa lebih efektif.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar