Diterjemahkan otomatis

Saya merasa jauh dari Islam dan nggak tahu harus berbuat apa. Salaam.

Assalamu alaikum. Aku bahkan nggak ngerasa sakit lagi ngomong ini. Aku udah berusaha bertahun-tahun, minta dengan nangis setiap malam supaya ada yang berjalan baik, tapi sepertinya nggak ada yang berhasil. Aku udah berdoa selama Umrah, mencoba se-religius mungkin, dan sekarang aku di titik puncak - aku rasa aku nggak bisa berusaha lebih keras lagi dari yang udah aku lakukan. Hidup ini sulit sepanjang hidupku dan aku nggak bener-bener menikmati hidup; mungkin aku bahkan bisa dibilang berputus asa. Sepertinya satu perjuangan setelah yang lain sampai aku udah nggak berharap baik dari Allah lagi. Aku hampir nggak bisa inget momen-momen baik yang nyata. Orang tuaku abusive waktu aku kecil - mukulin dan merendahkan aku, bilang aku seharusnya mati aja. Sejak aku gagal dalam ujian A-level setelah berdoa bertahun-tahun, aku berhenti berdoa sepenuhnya, berhenti membuat doa, dan udah nggak peduli sama Islam selama berbulan-bulan. Kegagalan itu terasa seperti titik akhir. Dulu aku religius - pergi ke sekolah Islam setiap minggu, belajar cerita-cerita nabi - dan untuk beberapa waktu itu membantu aku tahu mereka juga mengalami yang lebih buruk. Sekarang semuanya terasa kosong. Jujur, aku udah mikirin untuk meninggalkan Islam, dan satu-satunya alasan aku belum melakukannya karena di dalam hati aku merasa itu benar, sama seperti aku bisa lihat kekurangan di agama lain. Aku nggak mencintai Allah saat ini dan aku juga nggak ngerasa Dia mencintaiku, meskipun Al-Qur'an bilang begitu. Aku merasa Allah nggak ngasih aku cukup untuk seberapa banyak yang aku berikan. Aku nggak puas dapet yang kurang dari rata-rata di segala hal, dan aku nggak lihat ada orang yang bakal puas. Aku hampir takut untuk posting ini, kayak semua orang bakal cuma bilang sabar aja atau kasih nasihat generik yang biasa seolah-olah aku belum coba ratusan kali. Rasanya aku udah terlalu jauh untuk bisa jadi Muslim lagi. Nggak ada hasil dari doaku, dan beberapa orang bilang mungkin apa yang aku minta itu nggak baik buatku - tapi pastinya nggak semua yang aku minta itu buruk. Aku udah berdoa minta bantuan, petunjuk, dan tanda-tanda bahwa Dia belum meninggalkanku, dan aku masih belum ngeliat apa-apa. Aku rasa aku lagi butuh bantuan di sini, entah karena kebutuhan atau cuma karena bosan. Aku nggak berharap seseorang ngomong sesuatu yang bisa secara ajaib memperbaiki segalanya, tapi aku bener-bener butuh nasihat yang jujur, dukungan, atau saran dari sesama Muslim tentang gimana cara menghadapi kehilangan iman ini, trauma dari masa lalu, dan gimana bisa nyari jalan balik - jika itu bahkan mungkin buatku.

+318

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, gue udah ngalamin ngerasa beku juga. Gak ada yang boleh nyuruh lo gimana cara berduka dengan iman. Coba deh hubungi imam lokal atau konselor yang gak bakal make gaslighting. Pendengar yang bener-bener ada itu jauh lebih membantu daripada jawaban generik 'sabar ya'.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kamu menyebutkan pikiran untuk bunuh diri bikin saya khawatir - tolong dapatkan bantuan kalau kamu merasa dekat dengan itu. Saluran krisis atau profesional yang terpercaya bisa menyelamatkan nyawa. Terlepas dari agama, hidupmu berarti bagi seseorang di luar sana.

+14
Diterjemahkan otomatis

Saya benar-benar minta maaf kamu harus menanggung ini. Trauma masa kecil itu nempel banget - semua itu bukan berarti Allah membenci kamu. Ngobrol dengan seseorang yang mengerti tentang trauma mungkin bisa mengubah cara kamu melihat doa dan harapan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya berhenti berdoa selama berbulan-bulan setelah kehilangan. Yang membantu adalah seorang saudara yang hanya mendengarkan dan berdoa bersama saya, tanpa menghakimi. Terkadang kebersamaan adalah jembatan kembali, bukan ceramah penyemangat.

+7
Diterjemahkan otomatis

Gak mau sugarcoat deh: iman bisa goyang setelah rasa sakit yang berat. Tapi kamu gak perlu menunggu keajaiban besar untuk bangkit lagi. Doa-doa kecil yang tulus, terapi, dan orang-orang baik di sekitarmu bisa perlahan membangun kembali kepercayaan. Jangan terlalu keras sama diri sendiri.

+9
Diterjemahkan otomatis

Bro, aku ngerti kok. Aku juga udah ngelewatin masa-masa gelap. Mungkin mulai dari hal kecil - bahkan tindakan ibadah yang kecil atau ngobrol sama terapis bisa bantu. Kamu nggak perlu mutusin semua keyakinanmu sekarang. Satu langkah demi satu langkah, bro.

+4
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, jangan buru-buru memberi label pada diri sendiri. Keraguan nggak menghapus pengabdianmu di masa lalu. Pertimbangkan langkah-langkah kecil: menulis perasaanmu, melihat terapis, dan mungkin mencari kelompok dukungan. Kamu berhak merasa rapuh dan tetap jadi Muslim.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar