Aku nggak kenal temanku lagi - butuh saran mendesak, tolong bantu.
Assalamu alaikum. Aku bener-bener khawatir dan nggak tahu harus berbuat apa, jadi aku minta saran yang tulus. Salah satu sahabat dekatku (29F, Muslim) udah ngobrol sama seorang pria (34M, Muslim) selama hampir setahun. Dia lagi studi di AS dengan visa pelajar dan mereka ketemu melalui seseorang yang kita berdua kenal. Singkat cerita, dia mulai ngobrol sama dia saat dia masih menikah. Dia bilang pernikahannya tidak bahagia dan jarak jauh, mereka cuma ketemu beberapa bulan sekali. Ternyata, saat mereka ketemu, keadaan membaik, tapi dia jelas-jelas bilang ke sahabatku kalau dia merasa sengsara dalam pernikahan itu. Dia bahkan pergi ketemu sahabatku di Hari Valentine dan ninggalin istrinya di rumah padahal dia tahu istrinya ada di sana. Istrinya pernah membantunya secara finansial - bahkan kontribusi untuk mobil - dan dia malah menggambarkan istrinya sebagai masalah, bilang istrinya nggak merawat diri, nggak makan dengan baik atau berolahraga, dan sebagainya. Sahabatku terus ngobrol sama dia meskipun tahu dia udah menikah. Dia bilang ke teman dekatnya bahwa sahabatku “ditakdirkan untuknya,” padahal masih menikah. Sekarang dia udah bercerai dan sahabatku rencananya mau nikah sama dia di bulan Maret. Karena hubungan ini, sahabatku sekarang terus bertengkar sama orang tuanya. Orang tuanya udah minta supaya dia nggak ketemu siapa-siapa sebelum menikah dan itu satu-satunya permintaan mereka, tapi dia terus ngedpressure sahabatku buat keluar dan ketemu dia. Orang tuanya patah hati - mereka nangis dan minta ampun sama Allah untuk putrinya. Sejak ketemu dia, hidup sahabatku banyak berubah. Dia udah ketahuan minum dan merokok ganja; aku nggak tahu dia masih sholat atau baca Quran apa nggak. Dia udah berhenti menghormati keinginan keluarga. Dia pernah berdebat sama ibunya di telepon dan bahkan tidak menghormati ibuku sendiri. Sahabatku selalu ngejar-ngejar dia dan sepertinya cuma peduli sama dia. Dia jadi berantakan dan berhenti merawat dirinya sendiri. Aku terus mimpi dia nangis dan bilang kalau dia diperlakukan buruk. Aku capek. Aku selalu mencoba bantu tapi dia menjauhkan orang dan nggak mau nerima saran. Dia juga udah ngomong sama wanita lain dan jalan bareng mereka, dan dia masih aja bertahan. Aku takut dia udah kebal dan nggak mau denger siapa-siapa. Orang tuaku dan orang tuanya udah nyoba segala cara buat menghentikan ini. Dia seorang dokter dengan pekerjaan yang baik, dan aku penasaran apa dia pikir statusnya bikin dia bisa berbuat sesuka hati. Aku takut dia udah kehilangan rasa takut sama Allah dan mungkin udah terlalu jauh. Ada yang punya saran tulus tentang gimana aku bisa bantu dia tanpa menjauhkan dia lebih jauh lagi? Saran lembut dari sudut pandang Islam, doa, atau cara untuk menjangkau hatinya sangat dihargai. JazakAllah khair.