Hati yang Rendah Hati: Tanda-tanda Keangkuhan dan Cara Melindungi Diri Darinya
Bismillah hirahmaan niraheem Asalamu Alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh Saudara-saudari Islam yang tercinta, Saya ingin berbagi beberapa pemikiran tentang kesombongan-gimana tampaknya, kenapa ini berbahaya, dan bagaimana melindungi diri dari itu. Apa itu kesombongan? - Merasa lebih baik dari orang lain - Tidak peduli dengan perasaan atau pendapat orang lain - Menolak nasihat, berbicara di atas orang lain, atau bertindak seolah-olah selalu benar - Sering kali muncul dari rasa takut atau ketidakamanan - Kebanggaan yang buruk - Membutuhkan pujian atau perhatian terus-menerus - Tidak mengakui kesalahan atau meminta maaf Jenis-jenis kesombongan: 1. Kesombongan terhadap Allah - ini adalah ketidakpercayaan. 2. Kesombongan terhadap Nabi-nabi - ini juga adalah ketidakpercayaan. 3. Kesombongan terhadap orang lain - merasa orang lain di bawahmu. Ini kurang parah daripada dua yang pertama tapi tetap merupakan dosa mematikan di hati dan sangat dilarang. Kata-kata Imam Al-Ghazali (rahimahullah): Orang yang sombong tidak bisa menunjukkan ketakwaan yang sebenarnya, karena ketakwaan itu butuh kerendahan hati. Kesombongan menyembunyikan kebencian di hati, membuat seseorang berbohong untuk menjaga reputasi, menyebabkan kemarahan dan kecemburuan, mencegah melakukan kebaikan, meningkatkan gosip, dan membuat seseorang tuli terhadap nasihat. Kadang-kadang kesombongan muncul dalam gerakan-mengernyitkan dahi, mengangkat hidung, menatap dengan marah, duduk dengan cara yang angkuh, berjalan dengan percaya diri. Di lain waktu, ini muncul dalam ucapan-mengatakan hal-hal seperti “Kau tidak ada artinya” atau “Berani-beraninya kau bicara padaku?” Tindakan ini adalah kesombongan ketika hati mengandung kebanggaan; tanpa kebanggaan, itu hanya tindakan. Pengingat Hadith: - Orang yang sombong akan dihina pada Hari Kebangkitan dan dihukum dengan berat. - Allah tidak akan melihat orang yang menjulurkan pakaiannya karena kesombongan. - Nabi (shalallahu alayhi wa sallam) berkata tidak ada yang punya bahkan biji sesawi kesombongan di hatinya yang akan masuk Surga; demikian juga, bahkan sedikit imanku akan menjauhkan seseorang dari Neraka. Orang dibersihkan dari kesombongan sebelum masuk Surga. Cerita: Mahkota yang terlalu berat untuk dipakai Seorang raja, diberi pakaian indah dan kendaraan megah, menjadi sombong. Ketika malaikat maut muncul dalam wujud seorang pria miskin yang compang-camping dan membisikkan bahwa kematian telah tiba, raja itu tiba-tiba menyadari kesombongannya tidak ada artinya. Ia memohon waktu, tetapi diberitahu bahwa ia tidak akan pernah melihat harta atau keluarganya lagi, dan hidupnya berakhir. Cerita ini menunjukkan bahwa kesombongan runtuh pada saat kematian; tidak ada yang kita banggakan mengikuti kita sampai ke kubur. Cara melindungi diri dari kesombongan - Renungkan: Jika kesombongan membuat Allah marah dan mengarah pada hukuman, tanyakan pada dirimu bagaimana kamu akan menghadapi itu di Hari Kiamat. - Buat du’a yang tulus: “Ya Allah, bantu aku menjadi bertaqwa, jauhkan kesombongan dan kejahatan dari hatiku, lindungi aku dari Shaytan dan nafsu, dan buat aku rendah hati.” - Fokus pada kekuranganmu dan berusaha memperbaikinya daripada pamer. - Ketika orang lain benar, akui dan pujilah mereka: “Apa yang kau katakan benar, semoga Allah membalasmu.” - Latih kerendahan hati: kunjungi orang lain, terima undangan dari semua orang (termasuk yang miskin), dan kenakan pakaian sederhana untuk mengingatkan dirimu akan kesederhanaan. Catatan dari para ulama kita: Pakaian yang dikenakan karena kesombongan adalah haram. Jika mengenakan pakaian membuat sikapmu menjadi sombong, maka pakaian itu telah membawa kesombongan ke dalam dirimu-hindari itu. Amalan spiritual yang membantu: - Dzikir yang terus-menerus, salawat pada Nabi (sallallahu alayhi wa sallam), bacaan Al-Qur’an, dan ruqyah harian bisa melindungi hati dari kesombongan. Doa untuk kita semua: Ya Allah, jadikan kita rendah hati dan lindungi kami dari kesombongan dalam hati, ucapan, dan tindakan kami. Jauhkan kami dari kebanggaan, kecemburuan, dan semua kejahatan yang menjauhkan kami dari-Mu. Bantulah kami menerima kebenaran, belajar dari orang lain, dan bertindak dengan ikhlas dan rendah hati. Berikan kami ketaqwaan, akhlak yang baik, dan kedekatan dengan-Mu, dan selamatkan kami dari hukuman kesombongan di dunia ini dan di Akhirat. Ameen, demi kehormatan Nabi yang Amanah, semoga rahmat Allah tercurah kepada beliau dan keluarganya. Ameen.