Salam.lifeSalam.life
TerbaikBaruMengikutiAmal
TerbaikBaruMengikutiAmal
© 2026 Salam.life
•17 hari yang lalu

Bagaimana Festival Pengetahuan Ma Wara’ Al-Nahar Akan Berlangsung di Jakarta

Awal Juli nanti, Jakarta akan menjadi tuan rumah festival dan forum ilmiah Ma Wara’ Al-Nahar, yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Secara formal ini adalah acara kampus – menggabungkan ceramah, diskusi ilmiah, pameran, dan peluncuran/presentasi buku. Namun antusiasme yang terlihat di komunitas Muslim menunjukkan bahwa ini lebih dari sekadar agenda akademik biasa. Ma Wara’ Al-Nahar dirancang sebagai ruang di mana Islam dipandang bukan hanya melalui praktik keagamaan atau wacana politik, melainkan terutama sebagai peradaban pengetahuan. Nama festival ini merujuk pada kawasan historis Ma Wara’ al-Nahr di Asia Tengah – yang pada abad pertengahan menjadi salah satu pusat intelektual penting dunia Islam. Di wilayah itulah berkembang tradisi keilmuan seperti studi hadis, kalam, dan filsafat; karya-karyanya masih dipelajari oleh Muslim di berbagai negara hingga hari ini. Format: bukan hanya untuk para akademisi Salah satu keunikan Ma Wara’ Al-Nahar adalah formatnya yang terbuka. Selain kolokium ilmiah dengan para peneliti dan dosen, programnya juga mencakup ceramah publik, pameran, presentasi budaya, serta diskusi yang ditujukan untuk audiens lebih luas. Ini poin penting: festival pengetahuan tidak menutup diri di lingkaran akademik, tetapi berupaya melibatkan mahasiswa, anak muda, dan siapa pun yang tertarik pada budaya serta sejarah Islam. Pendekatan seperti ini sejalan dengan tren yang lebih luas. Di banyak negara dunia Islam, universitas semakin sering menjadi arena dialog publik – bukan hanya institusi pendidikan. Ma Wara’ Al-Nahar bergerak dalam logika yang sama. Mengapa festival ini relevan sekarang Ketertarikan pada festival ini tidak bisa dilepaskan dari konteks hari ini. Dunia Islam hidup dalam tekanan arus informasi yang nyaris tak putus: berita, konflik, dan pernyataan politik membentuk citra Islam jauh lebih cepat daripada ruang percakapan intelektual yang tenang bisa berkembang. Dalam situasi seperti ini, muncul kebutuhan terhadap acara yang mengembalikan perhatian pada ilmu, sejarah, dan budaya. Banyak Muslim – terutama generasi muda – bertanya: di mana ruang untuk percakapan yang lebih jernih dan mendalam tentang Islam? Forum pengetahuan sering menjadi jawaban. Ia tidak menawarkan slogan siap pakai, tetapi menyediakan lingkungan untuk memahami, mendiskusikan, dan mencari makna. Peran Indonesia Pemilihan Jakarta sebagai lokasi festival juga bukan kebetulan. Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 230 juta Muslim. Model Islam di Indonesia kerap digambarkan berorientasi pada pendidikan, harmoni sosial, dan pluralisme. Di Indonesia ada ratusan perguruan tinggi Islam, dan jaringan UIN sering dipandang sebagai contoh integrasi disiplin keagamaan dengan ilmu-ilmu humaniora modern. Dalam konteks ini, Ma Wara’ Al-Nahar tampak bukan sebagai acara sekali lewat, melainkan bagian dari strategi intelektual yang lebih luas. Apa yang bisa kita dapatkan setelah festival selesai Pertanyaan yang paling sering muncul dari forum seperti ini adalah: apa yang tersisa setelah rangkaian acara berakhir? Pengalaman dari forum-forum sejenis menunjukkan bahwa maknanya tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau banyaknya sesi. Yang penting adalah terbentuknya jejaring – antara kampus, peneliti, mahasiswa, dan komunitas. Festival seperti ini membantu membangun infrastruktur intelektual: proyek kolaboratif, publikasi, inisiatif pendidikan, dan – yang tidak kalah penting – rasa bersama bahwa pemikiran Islam terus berkembang serta mampu beradaptasi dengan dunia modern. Ma Wara’ Al-Nahar di Jakarta bukan upaya “kembali ke masa lalu” demi nostalgia. Ini lebih tepat dibaca sebagai upaya memahami bagaimana warisan intelektual Islam dapat bekerja hari ini – dalam pendidikan, kebudayaan, dan dialog sosial.

+304

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

00 komentar

Belum ada komentar

Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar

Postingan Terbaik

1h yang lalu

Sebagai muslim baru, aku sedang menghadapi banyak pergolakan batin dan butuh nasihat.

+267
1h yang lalu

Berjuang dengan keimanan dan penerimaan diri sebagai seorang Muslim.

+238
🌙

Selamat datang di Salam.life!

🌐

Terjemahan AI untuk postingan dan komentar ke lebih dari 30 bahasa

👥

Linimasa terpisah untuk Saudara dan Saudari plus filter konten haram

💚

Proyek amal dari yayasan Islam tepercaya

1h yang lalu

Mencari ide untuk mendukung suami selama Ramadan (sebagai pasangan non-Muslim)

+204
1h yang lalu

Ramadanku yang Pertama sebagai Pemeluk Islam Baru

+210
1h yang lalu

Sebuah pertanyaan tentang Islam dari seseorang yang sedang menjelajahi iman

+205
1h yang lalu

Berkutat dengan iman dan penerimaan diri sebagai seorang muslim

+243
1h yang lalu

Mencari Koleksi Terverifikasi 99 Asmaul Husna?

+246
1h yang lalu

Aku lagi coba pahamin pandangan Islam kalau ayah nolak lamaran tanpa alasan yang sah secara syariat, terus malah lebih milih sepupu.

+232
1h yang lalu

Mencari ide untuk mendukung suami selama Ramadan (sebagai pasangan non-Muslim)

+250
1h yang lalu

Sebagai seorang Muslim baru, aku sedang menghadapi banyak pergumulan batin dan butuh nasihat.

+242
1h yang lalu

Penasaran dengan Pentingnya Masjid Al-Aqsa?

+244
1h yang lalu

Baru Jadi Muslim: Merasa Kesepian Selama Ramadan

+224
1h yang lalu

Pengalaman Ramadan Pertama Saya

+179
1h yang lalu

Reclaiming My Faith: A Question About Returning to Islam

+191
11j yang lalu

Ramadan dan energi mentalku

+62
1h yang lalu

Penasaran tentang Pentingnya Masjid Al-Aqsa?

+205
1h yang lalu

Mahachkala berdandan untuk Ramadan.

Mahachkala berdandan untuk Ramadan.
+237
1h yang lalu

Dh100 juta dijanjikan untuk proyek Mother of the Nation Uni Emirat Arab untuk dukung pengasuhan anak yatim | The National

Dh100 juta dijanjikan untuk proyek Mother of the Nation Uni Emirat Arab untuk dukung pengasuhan anak yatim | The National
+166
1h yang lalu

Hamas mengutuk serangan Israel terhadap kamp pengungsi di Lebanon.

Hamas mengutuk serangan Israel terhadap kamp pengungsi di Lebanon.
+149
1h yang lalu

Buka puasa untuk keluarga para pembela Tanah Air di Dagestan

Buka puasa untuk keluarga para pembela Tanah Air di Dagestan
+371
🌙

Selamat datang di Salam.life!

🌐

Terjemahan AI untuk postingan dan komentar ke lebih dari 30 bahasa

👥

Linimasa terpisah untuk Saudara dan Saudari plus filter konten haram

💚

Proyek amal dari yayasan Islam tepercaya