Bagaimana Saya Tetap Termotivasi di Pekerjaan yang Beracun dan Menemukan Tujuan Saya - Sebuah Refleksi Pribadi (As-Salamu Alaikum)
As-Salamu Alaikum. Gue pengen berbagi sesuatu yang gue perhatiin dari pengalaman gue sendiri. Gue pernah kerja di bidang keuangan untuk pemerintah. Perannya sih cocok sama gue dan gue suka kerjanya, tapi budaya kantornya, etika yang buruk, dan permainan kekuasaan itu beneran bikin overwhelmed. Keluarga dan teman-teman nge-push gue buat tetap bertahan karena mereka bilang pekerjaan di pemerintah itu stabil dan semua tempat kerja juga sama. Gue selalu kerja keras - baik sebagai siswa maupun karyawan, biasanya gue berhasil. Tapi berhasil di sana berarti harus tahan dengan intimidasi terus-menerus dari senior dan disalahin karena berani melawan korupsi. Gue bahkan pernah coba laporin masalah buat melakukan apa yang menurut gue benar, tapi justru semuanya jadi lebih buruk. Gue berhenti ngelamar promosi karena itu bakal bikin situasi gue lebih sulit. Tapi, gue gak kehilangan semangat walaupun ada tekanan dan taktik ketakutan. Saat gue ingat lagi, ada empat hal yang bikin gue terus berjuang: - Menjaga fokus buat ngerjain pekerjaan sebaik mungkin. - Gak membiarkan perlakuan kasar mengubah cara gue berperilaku ke rekan-rekan dan klien. - Benar-benar berusaha membantu - orang-orang tahu gue bisa nyelesaikan masalah teknis dan tergantung sama gue saat susah. - Bekerja demi kepentingan orang lain, bukan cuma buat promosi atau gaji. Ketika lingkungan udah gak bisa ditolerir, gue resign dan ngabisin setahun buat nyusun ulang keterampilan gue, latihan meditasi, dan coba-coba latihan gerakan lembut. Seiring waktu, gue jadi lebih tertarik sama yoga dan mindfulness. Kini, gue jadi relawan di beberapa organisasi yang jalanin program komunitas, bantu mahasiswa dari latar belakang kurang mampu dan latih perempuan di pedesaan dalam keterampilan keuangan dasar. Gue sering ngobrol sama mereka tentang kesejahteraan mental dan gimana kejelasan datang dari praktik sederhana kayak pernapasan fokus dan refleksi yang penuh kesadaran. Dua tahun berlalu, gue juga udah jadi instruktur yoga bersertifikat, dan gue excited buat melanjutkan jalur ini lebih dalam, Insha’Allah. Apa yang gue pelajari itu sederhana: kerjain pekerjaan lo dengan baik dan tujuannya buat memberi manfaat - buat diri sendiri dan orang lain. Ketika niat lo adalah untuk berguna, bukan untuk dimanfaatkan atau ngejar gelar dan gaji, pertumbuhan itu terjadi secara alami. Lo nemuin tujuan (seorang Muslim mungkin nyebutnya hawaij atau rasa amanah) saat lo kerja dengan niat tulus. Kalau lo bertindak dengan kerelaan dan kebahagiaan sederhana dalam memberi layanan, lo bakal mengalami hidup lebih penuh dan tumbuh melebihi ekspektasi. Gue perhatiin ini bahkan saat jadi relawan di pusat spiritual di India. Semoga lebih banyak orang mendapatkan pemahaman ini lebih awal dan merasakan kebahagiaan yang nyata. JazakAllah Khair udah baca. Cheers untuk pertumbuhan kita - hidup baik dan semoga Allah membimbing kita semua.