Bagaimana Saya Berhenti dari Konten +18 - Rencana Praktis Seorang Muslim (14 Langkah)
Assalamu alaykum - Dulu saya pernah minta saran dan dengan bantuanmu, saya menemukan jalan ke depan. Saya belajar langkah-langkah ini dari video YouTube dan menyesuaikannya untuk gaya hidup Muslim, jadi ini rencana yang saya ikuti 👇🏼 Ada 14 langkah total 1. Akui Kebenaran: Ucapkan dengan keras: Saya kecanduan masturbasi, tanpa alasan. Jangan lagi bohong sama diri sendiri. Rekam dirimu mengatakannya atau bilang ke seseorang yang kamu percayai. Ubah rasa malu itu jadi motivasi. 2. Bayangkan Masa Depan Negatif: Ambil buku catatan atau ponselmu dan tulis: Hidupku dalam 5 tahun jika tidak ada yang berubah. Jujurlah sejujur-jujurnya. Bayangkan dirimu masih terjebak dalam kebiasaan ini dan catat konsekuensinya. 3. Peta Pemicu: Setiap kali itu terjadi, pasti ada jalan menuju sana. Simpan Jurnal Pemicu selama setidaknya 7 hari dan setelah setiap dorongan catat: - Jam berapa itu? - Di mana kamu berada? - Apa yang kamu rasakan? - Aplikasi atau situs apa yang kamu buka? - Apa yang tepatnya memicu kamu untuk mencarinya? Cari pola-pola yang ada. 4. Hapus Pemicu Visual: Setelah kamu tahu pemicumu, buang semua itu. Berhenti mengikuti akun atau hapus aplikasi yang membawamu ke sana. Gunakan pemblokir situs untuk konten dewasa. Bersihkan feed sosialmu dan berhenti mempertahankan konten yang merugikan. 5. Sulitkan Akses: Tambahkan rintangan agar nggak gampang relapse: - Jauhkan ponsel dari kamar tidur di malam hari. - Berikan password pemblokir ke orang lain. - Aktifkan batasan waktu layar. - Nonaktifkan mode penyamaran. Tambahkan setiap rintangan yang mungkin - kecanduan berkembang karena kemudahan. 6. Siapkan Rencana Darurat untuk Dorongan: Ketika dorongan itu datang, lakukan ini segera: - Berdiri. - Lakukan 10 push-up atau 20 jumping jacks. - Cipratkan air dingin ke wajahmu. - Tinggalkan tempat itu. - Hubungi atau bicaralah dengan seseorang. 7. Ganti Input-nya: Jika kamu nggak mengganti waktu yang dulu kamu habiskan, otakmu bakal cari konten dewasa. Ganti waktu itu dengan: - Bacaan Quran - Belajar keterampilan bermanfaat - Olahraga Berikan pikiranmu sumber dopamin baru yang halal. 8. Bangun Disiplin Mikro Setiap Hari: Kebiasaan kecil setiap hari bisa jadi prestasi besar. Buatlah 4 hal ini yang nggak bisa dinegosiasikan: - Laksanakan lima shalat tepat waktu. - 15–20 menit baca Quran sehari. - Tetapkan jadwal tidur yang tetap: tidur awal, bangun awal. - 20–30 menit olahraga atau jalan kaki. 9. Akuntabilitas Sosial: Kamu nggak selalu bisa berjuang sendirian. Bicarakan pada seseorang yang bisa dipercaya (atau gunakan alat akuntabilitas yang bisa diandalkan). Kirim mereka tanda centang setiap hari kamu bersih sampai itu jadi kebiasaan. 10. Lacak Rekor: Gunakan kalender fisik. Tandai X besar untuk setiap hari bersih dan O untuk slip. Hitung catatanmu dan rayakan kemajuan. 11. Ubah Jalur Otakmu: Bertahun-tahun gambar porn sudah tertanam di pikiranmu. Selama setidaknya 30–90 hari, banjiri dengan input positif: - 20 menit bacaan Quran setiap hari. - 10 menit ceramah Islam atau bacaan bermanfaat. 12. Kelola Kesehatan & Energi: Tubuh yang lemah memicu keinginan. Perbaiki kebiasaan dasar: - Tidur 7–8 jam. - Makan makanan utuh dan bersih. - Olahraga secara teratur. Kamu akan melihat dorongan menurun. 13. Latihan Puasa & Disiplin: Puasa mendisiplinkan nafsu dan mengajarkan kontrol. Coba puasa secara teratur (seperti sunnah/qadha jika memungkinkan). Pertimbangkan juga mandi air dingin sesekali untuk melatih semangat. 14. Rutinitas Pemulihan Setelah Relapse: Jika kamu relapse, jangan menyerah. Segera: - Lakukan ghusl dan bersihkan diri sesuai yang dibutuhkan. - Shalat 2 raka‘ah tawbah. - Hubungi teman akuntabilitasmu. - Catat apa yang memicu dan apa yang akan kamu ubah. - Hapus apapun yang menyebabkan relapse. - Perbaiki apa yang bisa kamu dan mulai lagi. Ini adalah rencana pribadi yang sederhana yang membantu saya tetap di jalur. Semoga Allah memudahkan siapa saja yang berjuang dan menganugerahi kita istiqamah. Kalau mau, saya bisa bantu kamu sesuaikan langkah-langkah ini dengan situasimu.