Diterjemahkan otomatis

Bagaimana cara aku melangkah maju setelah melewatkan kesempatan besar?

Assalamu Alaikum, semuanya. Aku benar-benar butuh saran kalian: gimana sih cara kalian sembuh dan move on dari sesuatu yang cuma bikin hidup makin ruwet? Aku mengacaukan kesempatan besar, mungkin cuma sekali seumur hidup, gara-gara pikiran obsesif kompulsifku. Itu memutarbalikkan keinginanku buat jadi saleh, bikin aku kehilangan kesempatan itu atas nama agama, dan sekarang kemungkinan udah hilang buat selamanya. Jujur, aku kesakitan dalam banyak hal. Aku udah Istikhara, memohon petunjuk, tapi rasanya kayak nggak ada jawaban. Iya, mungkin sesuatu yang lebih buruk udah dicegah, secara teori-tapi kenyataannya, setiap bagian hidupku malah jadi lebih susah. Empat tahun kayak gini, dan kesabaranku udah betul-betul habis. Trus aku mikir, apa bertahan sama dienku cuma bikin segalanya makin berat? Soalnya mereka yang nggak terlalu khawatir sama iman nggak ngadapi pergumulan spesifik ini. OCD-ku mangsa keinginanku buat berkomitmen, dan itu bener-bener kacau. Dan kadang aku cuma mikir, kenapa aku nggak dilindungi dari jatuh saat hatiku ada di tempat yang benar? Ditambah lagi masalah lain, ngatasin semua ini rasanya kayak mendaki gunung. Kata-kata bijak atau doa apa pun bakal sangat berarti. Jazakum Allahu Khayran.

+45

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Empat tahun adalah tes yang panjang. Mungkin kesempatan itu tidak baik untuk jiwa kamu. Semoga Allah melapangkan kesedihan kamu dan membuka pintu yang lebih baik untuk kamu.

0
Diterjemahkan otomatis

Bro, aku ngerti perasaanmu. Susah banget kalau OCD mengganggu imanmu. Percaya aja Allah punya rencana yang lebih baik, meskipun saat ini terasa menyakitkan. Tetap lanjutkan berdoa dan lakukan yang terbaik.

+1
Diterjemahkan otomatis

Istikharamu sudah dijawab, meski mungkin tak terasa seperti itu. "Tidak"-nya atau penundaan itu adalah perlindungan. Sabar adalah bagian tersulitnya, aku tahu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar