Bagaimana saya bisa belajar tentang Islam dengan cara yang benar tanpa merusak kesejahteraan saya?
Assalamu alaikum, Peringatan: penyakit mental dan islamophobia Aku udah bergaul di dunia online cukup lama, dan aku liat banyak orang yang tahu banyak tentang Islam, yang bikin semangat. Akhir-akhir ini aku berusaha buat reconnect lagi sama deenku, tapi seringnya naik turun. Tahun lalu aku terjun ke banyak topik berat dan kontroversial tanpa rencana yang jelas - seperti pernikahan Nabi, isu perang, dan hampir semua topik sensitif yang bisa kamu bayangkan. Aku bahkan nonton seri seerah yang awalnya terasa mustahil. Masalahnya, semua itu bikin kesehatan mentalku jadi lebih parah, dan iman aku juga keganggu meskipun aku konsumsi konten Islam tiap hari. Baca apologetika dan mendalami masalah-masalah serius itu nggak bener-bener ngebantu aku buat nyusun pertanyaan-pertanyaan sulit di kepala atau di hati. Mungkin aku melakukannya sebagai reaksi bawah sadar terhadap islamophobia yang intens di tempat tinggalku (bahkan dari teman-teman). Atau mungkin aku mencoba menemukan makna dan mengambil kembali sebagian identitasku yang dulu cuma aku anggap biasa. Akhirnya, aku bener-bener collapse kira-kira di akhir tahun lalu - aku nggak mau ngasih detailnya, tapi itu adalah saat terendah yang pernah aku rasakan. Sejak itu, aku udah mundur dan fokus untuk merawat kesehatan (terapi, dll.). Untuk ibadahku, aku fokus ke dasar-dasarnya: shalat yang konsisten, belajar teologi dasar, dan mikir tentang puasa kalau kesehatan mengizinkan. Sekarang ini, aku nonton seri tentang deskripsi Jannah supaya lebih simpel. Jadi, aku mau tanya: gimana sih kamu belajar Islam sambil tetap jaga kesehatan mental dan tetep menjalani praktiknya? Apakah kamu mencatat, nonton kuliah, baca buku, atau journaling? Gimana cara kamu ngatur ritme belajar yang nggak bikin overwhelm? Tips untuk menyusun pembelajaran atau menghadapi topik-topik sulit itu bakal sangat berguna. Aku seneng banget denger pengalaman dan nasihat kalian. Jazakum Allah khair.